kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   32,00   0,19%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Pajak warisan mengancam dinasti bisnis keluarga di Korea Selatan


Rabu, 15 Januari 2020 / 04:00 WIB
Pajak warisan mengancam dinasti bisnis keluarga di Korea Selatan


Sumber: Financial Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Di antara kelompok tajir Korsel, ada juga tanda-tanda dimulainya sikap baru.

“Negara kita tidak memiliki jaring pengaman sosial karena perkembangannya yang cepat. . . Jadi saya tidak menentang pajak warisan yang tinggi,” kata pendiri perusahaan biotek yang terdaftar. “Kita semua telah mendapat manfaat dari infrastruktur sosial tidak peduli seberapa kompeten kita. Kita harus menyumbangkan sebagian dari kekayaan kita kembali ke masyarakat. ”

Baca Juga: BTS jadi grup K-Pop yang paling banyak dibicarakan di Twitter sepanjang 2019

Dan terlepas dari keinginan beberapa keluarga chaebol yang membenci pemerintah, sentimen publik tetap kuat.

"Berapa pun jumlah pajaknya, mereka memiliki lebih dari cukup untuk dibelanjakan selama sisa hidup mereka," kata JS Ahn, seorang pengantar susu di Kwangju di pinggiran Seoul kepada Financial Times. "Sementara saya tidak bisa menghasilkan triliunan won seumur hidup saya, tidak peduli berapa banyak susu yang saya jual."




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×