kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pakar WHO ungkap 4 faktor yang membuat penularan Covid-19 meroket di dunia, apa saja?


Rabu, 07 Juli 2021 / 08:58 WIB
ILUSTRASI. Pakar WHO menyebut, ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap meroketnya penularan Covid-19 di seluruh dunia. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Maria Van Kerkhove menjelaskan mengenai virus Covid-19 varian Delta. Dalam podcast yang disiarkan pada Senin (5/7/2021), Kerkhove mengatakan, varian Delta adalah varian yang menjadi perhatian WHO pelacakan dan pemantauan di seluruh dunia. 

"Ini adalah varian yang menjadi perhatian karena kami tahu itu telah meningkatkan transmisibilitas. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa negara," jelasnya. 

Menurut Kerkhove, penyebaran varian Delta benar-benar cepat jika dibandingkan dengan varian Alpha yang pertama kali terdeteksi sekitar Desember, Januari 2021. Dia menyebut, hingga hari ini, varian Delta telah dilaporkan di 96 negara. 

"Kami memprediksi, varian Delta akan terus menyebar," katanya. 

Kerkhove menyebut, ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap meroketnya penularan Covid-19 di seluruh dunia. 

Baca Juga: 7 Alasan Singapura berani hidup berdampingan bersama Covid-19!

Yang pertama adalah varian yang menjadi perhatian ini, termasuk varian Delta. 

"Faktor kedua adalah bahwa kita telah meningkatkan percampuran sosial dan peningkatan mobilitas sosial, yang meningkatkan jumlah kontak yang dimiliki individu," jelasnya. 

Faktor ketiga adalah relaksasi atau penggunaan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat yang tidak tepat. 

Dia menegaskan, langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial terbukti mencegah infeksi, mengurangi penyebaran seseorang yang terinfeksi virus ke orang lain dan menyelamatkan nyawa. 

Baca Juga: Varian Kappa ditemukan di Jakarta, apa bedanya dengan varian Delta?

"Dan faktor keempat adalah distribusi vaksin yang tidak merata," katanya.

Dunia sebagian besar tetap rentan terhadap infeksi, termasuk varian Delta.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×