Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pameran dagang terbesar di China, yang digelar dua kali setahun, resmi dibuka pada Rabu (15/4/2026) di kota Guangzhou, China selatan.
Lebih dari 32.000 peserta pameran menampilkan produk mereka di area yang luasnya setara lebih dari 200 lapangan sepak bola.
Melansir Reuters, berikut informasi penting terkait pameran dagang terbesar di China tersebut:
Pertama, pameran yang berlangsung pada 15 April hingga 5 Mei ini digelar dalam tiga tahap, dan menjadi barometer penting bagi aktivitas perdagangan di China.
Kedua, tahap pertama pameran mencakup produk elektronik, manufaktur, serta kendaraan energi baru. Tahap kedua menampilkan perlengkapan rumah tangga, bahan bangunan, dan furnitur. Sementara tahap ketiga menghadirkan mainan, fesyen, tekstil rumah, serta alat tulis.
Baca Juga: Harga Tembaga Bertahan di Level Tertinggi Enam Pekan Rabu (15/4), Apa Pemicunya?
Ketiga, pameran ini digelar setelah data menunjukkan mesin ekspor China melambat tajam pada Maret, seiring perang di Timur Tengah memicu guncangan pada sektor energi dan transportasi, menekan permintaan global, serta memperlihatkan risiko dari strategi Beijing yang mengandalkan manufaktur sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.
Keempat, konflik tersebut juga mengganggu pertumbuhan global, membuat China semakin rentan karena negara itu selama ini bergantung pada permintaan luar negeri untuk menutupi kegagalan dalam mendorong pemulihan konsumsi domestik.
Kelima, untuk mengakomodasi pembeli yang menghadapi kendala perjalanan, penyelenggara juga mengadakan acara secara online serta melakukan siaran langsung (livestreaming).
Tonton: AS Kerahkan 15 Kapal Perang, Selat Hormuz Resmi Diblokade!
Pameran sebelumnya menarik lebih dari 310.000 pembeli luar negeri dari 223 negara dan wilayah, berdasarkan informasi di situs resminya.













