kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pandemi corona hambat laju industri otomotif Jepang


Jumat, 29 Mei 2020 / 14:27 WIB
Pandemi corona hambat laju industri otomotif Jepang
ILUSTRASI. Pabrik Nissan di Jepang. Pandemi corona hambat laju industri omototif Jepang. REUTERS/Maki Shiraki/File Photo

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pandemi Covid-19 telah memukul sektor otomotif jepang lantaran turunya permintaan mobil untuk pasar asing maupun domestik. Output pabrik Jepang turun lebih cepat dari yang diperkirakan dan penjualan ritel anjlok terbesar dalam lebih dari dua dekade pada bulan April.

Data resmi pada hari Jumat menunjukkan output pabrik turun 9,1% pada bulan April dibandingkan Maret 2020 seperti pemberitaan Reuters pada Jumat (29/5). Penurunan itu menjadi yang terbesar sejak 2013 karena pembuat mobil dan produsen besi dan baja mengalami penurunan tajam. Bahkan Reutes hanya memperkirakan penurunan sedalam 5,1% saja.

Baca Juga: Sekolah hingga pusat kebugaran di Tokyo Jepang akan dibuka Senin pekan depan

Data terpisah menunjukkan penjualan ritel otomotif anjlok pada laju tercepat mereka sejak Maret 1998 ketika keadaan darurat nasional menyebabkan bisnis sektor jasa seperti restoran tutup. Penjualan ritel anjlok 13,7% pada April dari tahun sebelumnya, sangat terbebani oleh penurunan permintaan barang dagangan umum, pakaian dan kendaraan.

"Distribusi mungkin akan meningkat mulai Juni dan seterusnya. Tetapi perlu tetap waspada untuk gelombang kedua infeksi Covid-19. Laju rebound kemungkinan akan terus lamban," kata Takeshi Minami, kepala ekonom di Norinchukin Research Institute.

Melihat produksi mobil turun sepertiga dari bulan sebelumnya membuat pemerintah merubah outlook. Jepang mendeskripsikan produksi keseluruhan menjadi "menurun dengan cepat" untuk pertama kalinya sejak November 2008, dari sebelumnya hanya "menurun".

Nissan Motor Co berencana untuk memangkas kapasitas produksi dan model sekitar seperlima untuk membantu mengurangi biaya hingga 300 miliar yen atau setara US$ 2,79 miliar, menyusul penurunan penjualan, kata pembuat mobil itu pada hari Kamis.

Baca Juga: Kasus corona bertambah, Korea Selatan kembali tutup museum, galeri seni dan theater

Pemerintah minggu ini mengangkat keadaan darurat dan menyetujui paket stimulus US$ 1,1 triliun kedua, sehingga total berjanji untuk menyelamatkan ekonomi dari pandemi menjadi US$ 2,2 triliun.


Tag

TERBARU

[X]
×