kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pandemi corona, semakin banyak perusahaan di Amerika Serikat bangkrut


Sabtu, 19 September 2020 / 07:15 WIB
Pandemi corona, semakin banyak perusahaan di Amerika Serikat bangkrut
ILUSTRASI. Pandemi corona, semakin banyak perusahaan di Amerika Serikat bangkrut. . REUTERS/Carlo Allegri

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - New York. Pandemi virus corona / Covid-19 merontokkan perekonomian global dan menyebabkan resesi di banyak negara. Di Amerika Serikat banyak perusahaan yang bangkrut akibat resesi ekomi yang timbul karena Covid-19.

Perekonomian AS sempat terperosok hingga lebih dari 30% secara tahunan pada kuartal II tahun ini. Banyak perusahaan di Negeri Paman Sam pun mengalami kebangkrutan dan mengajukan pailit akibat tidak mampu bertahan di tengah resesi yang disebabkan pandemi.

Dikutip dari CNN, Senin (14/9/2020) tingkat kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar di AS meningkat hingga 244% sepanjang Juli hingga Agustus jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tak banyak berubah meski pemerintah setempat serta The Fed telah menggelontorkan berbagai stimulus untuk perekonomian.

Beberapa perusahaan besar yang diketahui telah mengajukan pailit seperti Brooks Brothers, Hertz, California Pizza Kitchen, serta Chuck E, Cheese. Selain itu, masih banyak perusahaan lain yang juga mengajukan hal serupa sejak awal musim panas ini.

Baca juga: Inilah 5 tanda daya tahan tubuh melemah yang sering tidak disadari banyak orang 

Meski demikian, terdapat beberapa korporasi seperti perusahaan dekorasi serta perlengkapan rumah JCPenney yang berhasil mendapatkan investor untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Bank investasi asal Amerika Serikat Jefferies mengatakan terdapat beberapa sektor usaha yang mengalami pukulan cukup hebat dan mengalami lonjakan pengajuan dokumen kepailitan.

Salah satunya, tingkat kebangkrutan di industri aviasi yang meroket hingga 110%, sementara di industri minyak dan gas yang meningkat hingga 45%. Sementara untuk industri hiburan, jumlah pengajuan dokumen pailit mencapai 22%.



TERBARU

[X]
×