kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Pandemi, para juara Olimpiade Tokyo harus mengalungkan sendiri medalinya


Kamis, 15 Juli 2021 / 05:03 WIB
ILUSTRASI. Medali Olimpiade akan disajikan kepada atlet di atas nampan dan atlet akan mengambil medalinya sendiri. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Para juara Olimpiade di Olimpiade Tokyo, mulai minggu depan bisa melupakan upacara pengalungan medali yang digantung di leher mereka saat mereka berdiri di podium dan berjabatan tangan dengan pejabat.

Sebagai gantinya, tiga medali akan disajikan di atas nampan kepada para atlet di podium dan mereka kemudian harus menggantungnya di leher mereka sendiri di depan tribun kosong. Juga tidak akan ada jabat tangan atau pelukan.

"Medali tidak akan diberikan di leher," kata Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach di meja bundar media virtual, Rabu, seperti yang dilansir Reuters.

Dia menambahkan, medali akan disajikan kepada atlet di atas nampan dan atlet akan mengambil medalinya sendiri.

Baca Juga: Tokyo darurat Covid-19, Olimpiade 2020 resmi tanpa penonton

"Dipastikan orang yang akan meletakkan medali di nampan akan melakukannya dengan sarung tangan disinfektan. Presenter dan atlet akan memakai masker. Tidak akan ada jabat tangan dan pelukan selama upacara," tambahnya.

Data Reuters menunjukkan, saat ini Tokyo memberlakukan keadaan darurat hingga setelah Olimpiade berakhir pada 8 Agustus. Kota ini mencatat 1.149 kasus Covid-19 baru pada hari Rabu, terbesar dalam hampir enam bulan.

Baca Juga: Lepas 28 atlet kontingen Olimpiade Tokyo, Jokowi: Jaga kesehatan fokus pada prestasi

Olimpiade telah kehilangan banyak dukungan publik di Jepang karena kekhawatiran ajang ini akan memicu gelombang infeksi meskipun tidak ada penonton yang diizinkan masuk ke tempat-tempat olahraga dan ada langkah-langkah kesehatan yang ketat untuk semua peserta Olimpiade.

Selanjutnya: Periode terpenting melawan Covid-19, Olimpiade Tokyo bisa tanpa penonton




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×