kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Panduan Aturan Extra Time dan Adu Penalti di Fase Gugur Piala Dunia 2026


Rabu, 01 Juli 2026 / 08:10 WIB
Panduan Aturan Extra Time dan Adu Penalti di Fase Gugur Piala Dunia 2026
ILUSTRASI. Piala Dunia 2026 (REUTERS/Matthew Childs)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Babak gugur Piala Dunia 2026 resmi dimulai dan diikuti 32 tim terbaik. Di fase ini, aturan khusus untuk babak tambahan waktu atau extra time dan adu penalti akan mulai diterapkan.

Setiap pertandingan di fase gugur harus menghasilkan satu pemenang untuk memastikan siapa yang berhak melaju ke putaran berikutnya.

Keharusan itu membuat babak extra time dan adu penalti bisa menjadi kewajiban di setiap pertandingan. 

Baca Juga: Hasil Belanda vs Maroko: Singa Atlas Pulangkan Tim Oranye Lewat Adu Penalti!

Apa itu Extra Time di Piala Dunia?

Jika skor masih imbang setelah waktu normal 90 menit berakhir, pertandingan akan dilanjutkan ke babak extra time atau perpanjangan waktu.

Menurut aturan resmi FIFA, extra time berlangsung selama 30 menit, yang dibagi menjadi dua babak masing-masing 15 menit.

Selama extra time, seluruh aturan pertandingan tetap berlaku seperti pada waktu normal. 

Selain itu, setiap tim juga memperoleh tambahan satu pergantian pemain, sehingga total pergantian yang bisa dilakukan menjadi enam kali apabila pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.

Baca Juga: Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026, Presiden Murka hingga Minta Investigasi

Kapan Pertandingan Dilanjutkan ke Adu Penalti?

Apabila skor masih sama setelah 120 menit pertandingan, pemenang akan ditentukan melalui adu penalti.

Dalam adu penalti, masing-masing tim mendapat kesempatan melakukan lima tendangan secara bergantian dari titik penalti yang berjarak 12 yard dari gawang.

Jika salah satu tim sudah unggul dengan selisih yang tidak mungkin lagi dikejar lawan sebelum lima tendangan selesai, adu penalti langsung dihentikan dan tim tersebut dinyatakan menang.

Namun apabila skor tetap imbang setelah masing-masing tim mengeksekusi lima tendangan, pertandingan akan berlanjut ke babak sudden death.

Pada fase sudden death, kedua tim bergantian melakukan satu tendangan di setiap putaran.

Jika pada satu putaran salah satu tim mencetak gol sementara lawannya gagal, tim yang berhasil mencetak gol langsung keluar sebagai pemenang.

Apabila seluruh 11 pemain di lapangan sudah mengeksekusi penalti dan skor masih tetap sama, urutan penendang akan kembali dimulai dari pemain yang sebelumnya telah melakukan tendangan, dengan format sudden death tetap berlaku.

Baca Juga: Skenario Argentina Menuju Final Piala Dunia 2026, Ini Calon Lawan yang Menanti

Siapa yang Boleh Menjadi Penendang Penalti?

Hanya pemain yang masih berada di lapangan hingga akhir extra time yang berhak mengikuti adu penalti.

Pemain yang sudah diganti sebelum babak adu penalti dimulai tidak diperbolehkan menjadi eksekutor.

Sementara itu, apabila salah satu tim bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit akibat kartu merah atau cedera, tim lawan yang masih memiliki jumlah pemain lebih banyak wajib mengurangi jumlah penendangnya agar kedua tim memiliki jumlah eksekutor yang sama.

Dengan aturan tersebut, setiap pertandingan di fase gugur Piala Dunia 2026 dipastikan menghasilkan satu pemenang, baik melalui kemenangan pada waktu normal, extra time, maupun adu penalti.

Format ini memastikan persaingan berlangsung hingga detik terakhir dalam perebutan gelar juara dunia.

Baca Juga: Messi Tambah Rekor Piala Dunia, Resmi Lewati Rekor Legenda Brasil


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×