kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pangeran gay India buka pintu Istana bagi komunitas LGBT yang rentan

Kamis, 11 Januari 2018 / 12:34 WIB

Pangeran gay India buka pintu Istana bagi komunitas LGBT yang rentan
ILUSTRASI. Ilustrasi LGBT



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Satu-satunya pangeran gay yang mendeklarasikan diri di India -di mana hubungan seks sesama jenis adalah ilegal- menyambut kelompok lesbian, gay, transgender (LGBT) dan orang lain yang dijauhi karena orientasi seksualitas atau gender mereka, ke istananya.

Dia adalah Pangeran Manvendra Singh Gohil, pewaris tahta Rajpipla di negara bagian Gujarat bagian barat. Sang pangeran mengatakan, sangat sulit untuk mendeklarasikan diri di kota kecil India, di mana berlaku nilai-nilai tradisional dan hubungan heteroseksual.

"Masih banyak orang yang menghadapi tekanan dari keluarga mereka saat mereka mendeklarasikan diri, dipaksa untuk menikah, atau diusir dari rumah mereka. Mereka sering tidak punya tempat untuk pergi, tidak ada sarana untuk mendukung diri mereka sendiri," katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

Atas dasar inilah, sang pangeran, yang kini berusia 52 tahun, sedang membangun sebuah pusat bagi orang lesbian, gay, biseksual dan transgender di istana leluhurnya.

"Saya tidak akan memiliki anak, jadi saya pikir, mengapa tidak menggunakan tempat ini untuk tujuan yang baik?" kata Gohil seraya menambahkan bahwa dia akan menawarkan kamar, fasilitas medis dan pelatihan kemampuan bahasa Inggris dan kejuruan untuk membantu orang mencari pekerjaan.

Gohil mengaku gay kepada keluarganya lebih dari satu dekade yang lalu. Pengakuannya itu mendorong ibunya beriklan di sebuah surat kabar yang tidak mau lagi mengakui dirinya sebagai anak.  Sementara keturunan kerajaan di India masih menjadi sorotan, banyak yang memegang jabatan di pemerintahan.

Setelah mendeklarasikan diri, Gohil mendirikan Lakshya Trust, sebuah badan amal bagi kelompok LGBT di negara asalnya yang konservatif, dan menjadi pembela hak-hak gay. Dia seringkali tampil di muka  internasional, termasuk dalam The Oprah Winfrey Show.

Dia adalah kritikus vokal dari undang-undang era kolonial India yang mengkriminalisasi hubungan seksual sesama jenis yang disepakati antar orang dewasa. Awal pekan ini, pengadilan tinggi negara tersebut mengatakan akan mempertimbangkan kembali keputusan 2013 untuk penegakan hukum tentang LGBT.

"Menarik undang-undang yang berlaku akan mendorong lebih banyak orang untuk berani mendeklarasikan diri dan menjalani hidup mereka dengan bebas. Tapi itu mungkin juga berarti lebih banyak orang yang membutuhkan dukungan," kata Gohil.

Gohil mengatakan bahwa dia sedang merenovasi dan memperluas istananya, yang dibangun pada tahun 1927. Di lokasi seluas 15 hektar, Gohil juga memasang panel surya untuk listrik, dan memesan beberapa lahan untuk pertanian organik.

"Profil tinggi Gohil telah membantu komunitas LGBT di India secara luar biasa," kata Harish Iyer, aktivis hak gay yang menyelenggarakan acara radio yang didedikasikan untuk isu LGBT.

"Baginya, menjadi salah satu dari kita, taruhannya bahkan lebih tinggi lagi, jadi memberi ruang ini adalah isyarat yang bagus," kata Iyer.

Dia menambahkan: "Kami beruntung memiliki banyak ruang ramah LGBT di kota-kota seperti Mumbai dan Delhi. Tapi di kota-kota kecil, tidak banyak tempat, dan di sanalah mereka sangat dibutuhkan."

Sumber : South China Morning Post
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LGBT

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.8357 || diagnostic_web = 3.2176

Close [X]
×