kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Pantas saja Trump sebal, TikTok diam-diam mengumpulkan data pengguna Android!


Kamis, 13 Agustus 2020 / 08:10 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/BEIJING. Rupanya masuk akal alasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memusuhi TikTok. Hasil investigasi Wall Street Journal pada Selasa (11/8) menyebutkan, alamat tersebut berfungsi sebagai pengenal unik untuk setiap perangkat pengguna. Wakhasil menjadikannya berharga untuk iklan dan bentuk pelacakan.

Aplikasi Android TikTok mengumpulkan alamat MAC pengguna selama 18 bulan yang melanggar aturan platform. Media Access Control (MAC) Address adalah alamat unik yang diberikan pada setiap perangkat jaringan untuk digunakan sebagai kode identifikasi.

Nah, dengan melacak alamat ini, perusahaan induk TikTok, ByteDance, bisa melacak pengguna meski mereka telah mengubah pengaturan privasi untuk keluar dari praktek pelacakan iklan. 

Mengutip The Verge Rabu (12/8), tahun 2015, App Store iOS dan Google Play Store telah melarang pengumpulan alamat MAC. Tapi TikTok masih bisa mendapatkan alamat MAC melalui celah.

Tapi sejatinya tak cuma TikTok yang memanfaatkan celah digital atau mengumpulkan alamat MAC. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×