kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Parlemen ingin perbankan turunkan bunga kredit


Jumat, 22 Oktober 2010 / 06:45 WIB
ILUSTRASI. Tommy Soeharto


Reporter: Hari Widowati | Editor: Test Test

SIDNEY. Parlemen Australia meminta pemerintah dan bank sentral menindak tegas bank-bank besar yang mematok suku bunga kredit tinggi. Bank-bank tersebut juga terlalu cepat menaikkan suku bunga dan biaya administrasi, sehingga membebani nasabah.

"Beberapa bank di Australia menaikkan suku bunga kredit lebih cepat daripada kenaikan bunga acuan yang saat ini di level 4,5%," kata Juru Bicara Partai Konservatif Joe Hockey, Kamis (21/10). Contohnya, empat bank terbesar di Negeri Kanguru yang menguasai pasar kredit pemilikan rumah (KPR), yaitu Westpac Banking Corp., Australia & New Zealand Banking Group (ANZ), Commonwealth Bank of Australia, dan National Australia Bank (NAB). Rata-rata bunga kredit perbankan Australia saat ini berkisar 6%-11%.

Perbankan beralasan, kenaikan bunga kredit dan biaya administrasi terjadi karena kenaikan beban operasional. Sejauh ini, Pemerintah Australia menolak mengintervensi keputusan perbankan dalam menentukan suku bunga kredit.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×