kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Partai Aung San Suu Kyi menang mutlak


Jumat, 13 November 2015 / 16:20 WIB
Partai Aung San Suu Kyi menang mutlak


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

PARTAI yang dipimpin Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi (NLD) menang telak dalam pemilihan bersejarah Myanmar.

Dengan lebih dari 80% dari kursi sudah resmi dihitung, NLD memperoleh lebih dari dua pertiga yang dibutuhkan untuk mengendalikan parlemen dan memilih presiden, mengakhiri periode pemerintahan berbasis militer.

Tetapi konstitusi baru menetapkan seperempat dari kursi parlemen dijatahkan bagi militer, yang berarti militer -yang merancang konstitusi itu- akan tetap sangat berpengaruh. Di bawah konstitusi, Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden.

Ketentuan itu melarang siapa pun yang memiliki anak yang lahir sebagai warga asing, untuk menjabat sebagai presiden. Kedua anak laki-lakinya lahir sebagai warga Inggris.

Tapi Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang menghabiskan puluhan tahun di bawah tahanan rumah yang ditetapkan militer, menegaskan jika partainya menang, dia akan memimpin negerinya.

Pemilu hari Minggu lalu itu merupakan pemilu bebas pertama di Myanmar -atau Burma- sejak 25 tahun.

Komisi Pemilu sangat lambat menyampaikan hasil, dan pada Jumat pagi NLD hanya butuh dua kursi lagi untuk mencapai mayoritas di kedua majelis parlemen Burma.

Lalu pada pengumuman tengah hari, pejabat KPU Burma mengumumkan, NLD telah berhasil meraup 348 dari 664 kursi di kedua majelis perwakilan.

Hasil akhir belum akan keluar dalam waktu dekat, dan proses pemilihan presiden baru tak akan dimulai sebelum Januari, sesudah parlemen mulai bersidang.

Partai dukungan militer yang berkuasa sekarang, USDP, sejauh ini baru memperoleh 5% suara. USDP sebelumnya menang Pemilu yang dituding curang lima tahun lalu.

Pengamat Indonesia dari Perludem, Titi Anggraini menggambarkan antusiasnya warga Burma yang membanjiri tempat-tempat pencoblosan. Militer sudah menyatakan akan bekerja sama dengan pemenang Pemilu ini.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×