Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor 10 tahun naik menjadi sekitar 1,72% pada hari Selasa (30/6). Imbal hasil ini pulih dari level terendah hampir satu bulan pada sehari sebelumnya.
Ini karena data Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang prospek ekonomi negara tersebut, sehingga mengurangi permintaan aset safe-haven.
Seperti dikutip Trading economics, Selasa (30/6), PMI Komposit China sedikit naik ke level tertinggi enam bulan di angka 50,6 pada Juni dari 50,5 pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: PMI China Mengejutkan: Industri AI Selamatkan Sektor Manufaktur Lain
PMI Manufaktur naik menjadi 50,3 dari 50,0, melampaui perkiraan 50,1, didukung oleh permintaan yang tangguh untuk ekspor teknologi tinggi yang membantu mengimbangi gangguan perdagangan yang berasal dari ketegangan di Timur Tengah.
Sementara itu, PMI non-manufaktur naik menjadi 50,2 dari 50,1, mengalahkan ekspektasi 49,9 dan menunjukkan stabilisasi yang berkelanjutan di sektor tersebut.
Di bidang kebijakan moneter, bank sentral meluncurkan operasi reverse repo semalam, menyuntikkan CNY 300 miliar ke dalam sistem keuangan untuk memperkuat manajemen likuiditas jangka pendek dan meningkatkan stabilitas di pasar uang.














