Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan utilitas negara Singapura, SP Group, menyatakan akan menaikkan tarif listrik sebesar 17% pada kuartal ketiga tahun 2026 karena melonjaknya harga gas alam impor, yang menyumbang 95% dari produksi listrik negara kota tersebut.
Mengutip Reuters, Selasa (30/6/2026), tarif listrik di Singapura untuk rumah tangga (sebelum pajak) akan meningkat sebesar 17,0% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi S$ 0,0464 ($0,036) per kilowatt-jam, karena biaya energi yang lebih tinggi.
Tarif ditinjau setiap kuartal berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Otoritas Pasar Energi nasional.
Baca Juga: Harga Minyak Turun, Fokus Investor Tertuju pada Potensi Pembicaraan Iran-AS di Doha
"Harga gas alam telah meningkat tajam sejak akhir Februari dan tetap tinggi dari April hingga Juni karena konflik di Timur Tengah," kata otoritas tersebut.
"Kenaikan biaya gas alam akan menyebabkan kenaikan biaya produksi listrik dan gas kota di Singapura," tambahnya.
Otoritas tersebut mengungkapkan, situasi di Timur Tengah tetap tidak pasti, tetapi jika membaik, harga bahan bakar dapat turun dan menyebabkan tarif listrik dan gas kota yang lebih rendah pada kuartal keempat.
($1 = 1,2940 dolar Singapura)














