kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.958   17,00   0,09%
  • IDX 5.883   -53,15   -0,90%
  • KOMPAS100 759   -7,02   -0,92%
  • LQ45 584   -6,90   -1,17%
  • ISSI 205   -1,64   -0,80%
  • IDX30 325   -4,46   -1,35%
  • IDXHIDIV20 418   -4,88   -1,15%
  • IDX80 87   -0,86   -0,98%
  • IDXV30 115   -0,95   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,56   -1,45%

Paus Leo Akan Jalani Operasi Pengangkatan Nodul di Paru-paru


Selasa, 13 Oktober 2026 / 08:44 WIB
Paus Leo Akan Jalani Operasi Pengangkatan Nodul di Paru-paru
ILUSTRASI. POPE-LEO/YOUTH (Vatican Media/Simone Risoluti)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Paus Leo dijadwalkan menjalani perawatan di rumah sakit di Roma, Italia, pada Selasa (13/10/2026), sebelum menjalani operasi pengangkatan nodul atau benjolan kecil di salah satu paru-parunya.

Melansir Reuters, masalah kesehatan ini menjadi gangguan kesehatan serius pertama yang dialami Leo selama 17 bulan menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Leo, yang berusia 71 tahun, mengatakan pada Minggu (11/10/2026) bahwa hasil pemeriksaan kesehatannya menemukan nodul kecil di paru-parunya. Ia menyebut nodul tersebut terlokalisasi dengan baik dan telah terdeteksi sejak dini.

Baca Juga: Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan

Kantor pers Vatikan menyatakan, Leo diperkirakan meninggalkan Vatikan menuju Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Selasa menjelang siang. Namun, pihak Vatikan belum mengungkapkan waktu pelaksanaan operasi tersebut.

Leo terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik oleh para kardinal pada Mei 2025. Ia tergolong relatif muda untuk seorang pemimpin Gereja Katolik.

Leo juga diketahui gemar berolahraga, termasuk bermain tenis, serta tidak diketahui memiliki kebiasaan merokok atau riwayat masalah kesehatan sebelumnya.

Vatikan memperkirakan, Leo membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk pemulihan. Seluruh agenda publiknya telah dibatalkan hingga 20 Oktober 2026.

Nodul paru-paru merupakan lesi kecil yang terlokalisasi dan dapat bersifat jinak. Menurut American Thoracic Society, kurang dari 5% nodul paru-paru secara keseluruhan terbukti bersifat kanker.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun ke US$ 106 Selasa (13/10), Risiko Pasokan Teluk Membayangi

Namun, risiko keganasan meningkat seiring bertambahnya usia, ukuran nodul, serta faktor lain seperti kebiasaan merokok.

Kepala Bedah Toraks Rumah Sakit Policlinico Umberto I di Roma, Federico Venuto, mengatakan prosedur pengangkatan nodul paru-paru umumnya dilakukan dengan teknik minimal invasif.

Dalam sejumlah kasus, dokter menggunakan tabung berkamera tipis yang disebut torakoskop.

“Angka komplikasinya sangat rendah,” kata Venuto kepada Reuters.

Pendahulu Leo, Paus Fransiskus, meninggal dunia pada usia 88 tahun pada April 2025 setelah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit ketika kondisi kesehatannya memburuk pada tahun-tahun terakhir hidupnya.

Sementara itu, Leo masih menjalani jadwal kegiatan yang padat. Dalam penampilan publiknya pada Senin (12/10/2026), ia berbicara dengan suara yang tegas dan jelas.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun ke US$ 4.161 per Ons Troi Selasa (13/10), Ini Pemicunya

Leo juga dijadwalkan melakukan perjalanan selama 11 hari ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November 2026.

Dalam pidatonya pada Minggu, saat mengumumkan rencana operasi, ia menegaskan tetap akan melanjutkan perjalanan tersebut




TERBARU

[X]
×