kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Paus Leo Mulai Tur ke Amerika Selatan, Sebulan Setelah Operasi Kanker Paru-Paru


Jumat, 06 November 2026 / 15:08 WIB
Diperbarui Jumat, 06 November 2026 / 15:09 WIB
Paus Leo Mulai Tur ke Amerika Selatan, Sebulan Setelah Operasi Kanker Paru-Paru
ILUSTRASI. Paus Leo XIV memulai kunjungan selama 12 hari ke Amerika Selatan pada Jumat (6/11/2026), sekitar sebulan setelah menjalani operasi kanker paru-paru. / (Pool via REUTERS/Jacquelyn Martin)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - VATIKAN. Paus Leo XIV memulai kunjungan selama 12 hari ke Amerika Selatan pada Jumat (6/11/2026), sekitar sebulan setelah menjalani operasi kanker paru-paru.

Kunjungan ini menjadi salah satu perjalanan luar negeri paling padat bagi seorang pemimpin Gereja Katolik dalam beberapa dekade terakhir.

Mengutip Reuters, Paus Leo yang berusia 71 tahun akan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru hingga 17 November.

Perjalanan ini memiliki makna khusus bagi Leo karena ia pernah menghabiskan puluhan tahun sebagai misionaris di Peru dan bahkan telah memperoleh kewarganegaraan negara tersebut.

Baca Juga: Paus Leo XIV Kembali Pimpin Audiensi di Vatikan Usai Operasi Kanker Paru-Paru

Vatikan menyebut kunjungan ini sebagai momen kepulangan ke tempat-tempat yang memiliki kedekatan emosional dengan Leo.

Sebagai paus pertama kelahiran Amerika Serikat, ia diperkirakan akan menarik jutaan umat Katolik selama rangkaian kunjungannya.

Selama perjalanan tersebut, Leo akan menempuh jarak sekitar 31.000 kilometer, mengunjungi 10 kota, dan menyampaikan 36 pidato.

Agenda itu mencakup pertemuan dengan para pemimpin negara, misa terbuka, kunjungan ke penjara di Argentina, hingga perjalanan menggunakan helikopter ke komunitas terpencil di Pegunungan Andes, Peru.

Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, pesan utama yang akan dibawa Paus Leo adalah persatuan dan solidaritas di tengah berbagai persoalan yang dihadapi kawasan Amerika Selatan.

"Paus membawa pesan persekutuan dan persatuan, serta ajakan untuk saling mengakui sebagai anggota satu keluarga," kata Bruni.

Kunjungan Paus Leo tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan. Vatikan memastikan sejumlah pidatonya akan menyoroti persoalan yang tengah membayangi Amerika Selatan, mulai dari ketidakstabilan politik, kerusakan lingkungan, hingga perdagangan senjata.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan di Yaman Usai Operasi Kanker Paru-Paru

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pertemuannya dengan Presiden Argentina Javier Milei pada Minggu (8/11). Milei dikenal sebagai pemimpin libertarian sayap kanan dan sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perbedaan pandangan Paus Leo dan Trump mengenai arah kebijakan global. Sebelumnya, Trump sempat mengkritik Paus Leo setelah pemimpin Gereja Katolik itu menyampaikan kritik terhadap perang Iran.

Selain menyampaikan pesan politik dan sosial, Paus juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah penyintas kekerasan seksual oleh rohaniwan Katolik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Gereja Katolik memperbaiki kepercayaan publik setelah serangkaian skandal pelecehan yang mencoreng reputasinya.

Kunjungan ini juga memiliki arti strategis bagi Gereja Katolik. Amerika Latin selama ini merupakan kawasan dengan jumlah umat Katolik terbesar di dunia secara absolut.

Baca Juga: Paus Leo Siapkan 50 Agenda dalam Lawatan 11 Hari ke Amerika Selatan

Namun, pengaruh gereja mulai menghadapi tantangan akibat pertumbuhan pesat kelompok evangelis serta perubahan pola keberagamaan masyarakat.

Pemimpin Gereja Katolik setempat berharap kunjungan Leo dapat menghidupkan kembali kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat posisi gereja di kawasan tersebut.

Perjalanan panjang Leo berlangsung sekitar satu bulan setelah ia menjalani operasi kanker paru-paru pada 13 Oktober 2026. Ia sebelumnya didiagnosis mengalami adenokarsinoma paru-paru, jenis kanker paru-paru yang paling umum. 

Vatikan menyatakan Leo telah pulih sepenuhnya dari operasi dan tidak membutuhkan tindakan medis tambahan selama perjalanan. Dokter juga menyebut kanker tersebut masih terlokalisasi sehingga tidak memerlukan perawatan lanjutan.

Baca Juga: Paus Leo XIV Idap Kanker Paru-Paru, Ini Kondisi Terbarunya Setelah Operasi

Meski demikian, sejumlah pakar medis yang diwawancarai Reuters menilai padatnya agenda perjalanan tetap membutuhkan pengaturan waktu istirahat.

Perhatian khusus diperlukan ketika Paus Leo mengunjungi kawasan Pegunungan Andes di Peru yang berada di dataran tinggi.

Para pakar juga menyebut penggunaan oksigen tambahan mungkin diperlukan jika kondisi fisiknya membutuhkan, terutama selama kunjungan ke wilayah dengan kadar oksigen lebih rendah.

Paus Leo dijadwalkan mengawali rangkaian kunjungannya di Uruguay sebelum melanjutkan perjalanan ke Argentina selama tiga hari dan Peru selama enam hari.

Kunjungan terakhir seorang paus ke Argentina dan Uruguay tercatat berlangsung pada akhir 1980-an.

Sementara itu, mendiang Paus Fransiskus, pendahulunya yang berasal dari Argentina, pernah mengunjungi Peru pada 2018, tetapi tidak sempat kembali ke negara kelahirannya.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×