kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

PBB Bersikap Netral, Sejumlah Negara Serukan Dukungan Terhadap Ukraina


Rabu, 26 Februari 2025 / 14:25 WIB
PBB Bersikap Netral, Sejumlah Negara Serukan Dukungan Terhadap Ukraina
ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri konferensi pers bersama dengan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa (tidak terlihat), di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 1 Desember 2024. REUTERS/Alina Smutko


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JENEWA. Puluhan negara menyatakan dukungan mereka terhadap Ukraina dalam pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa pada Selasa (25/2).

Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi rancangan Amerika Serikat yang bersikap netral terhadap konflik Ukraina.

Acara tersebut digelar untuk memperingati perlawanan Ukraina terhadap agresi Rusia, bertepatan dengan peringatan tiga tahun perang. Resolusi yang diadopsi di New York mencerminkan perubahan kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump, yang menunjukkan pendekatan lebih lunak terhadap Rusia.

Baca Juga: Maybelline New Yok Gandeng Naomi Osaka Gaungkan You Are Not Alone, Lets's Be Brave

Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik, menegaskan bahwa Ukraina tidak sendirian dalam menghadapi konflik ini. 

"Norwegia dan negara-negara lain akan terus mendukung perjuangan Ukraina untuk mempertahankan integritas teritorial, kedaulatan, dan martabat kemanusiaannya," ujarnya di hadapan para menteri dan diplomat.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, ribuan warga Ukraina tewas dan lebih dari enam juta orang menjadi pengungsi di luar negeri. Rusia menyatakan bahwa invasi ini adalah "operasi militer khusus" yang dilakukan sebagai respons terhadap perluasan NATO ke arah timur.

Wakil Menteri Urusan Global Estonia, Minna-Liina Lind, menyampaikan keprihatinannya atas resolusi Dewan Keamanan PBB yang tidak mencantumkan bahasa yang menegaskan integritas teritorial Ukraina. 

Baca Juga: Perpres 95/2024 Pangkas Jumlah Negara Bebas Visa, Ini Dampaknya ke Bisnis Pariwisata

Meski demikian, ia menilai bahwa tekad Eropa dalam mendukung Ukraina tetap kuat. "Ketika ada pihak yang melemah, pihak lain akan menggantikannya," katanya kepada Reuters setelah pertemuan yang diselenggarakan oleh Ukraina dan Liechtenstein di sela-sela Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Sementara itu, AS gagal meyakinkan Majelis Umum PBB untuk mengadopsi resolusi serupa dengan yang disahkan di Dewan Keamanan. Sebaliknya, Majelis Umum justru mengesahkan mosi yang lebih menguntungkan bagi Ukraina, memberikan kemenangan diplomatik bagi negara tersebut atas Washington.

Sebagian besar negara yang menghadiri pertemuan di Jenewa adalah negara-negara Eropa, termasuk Prancis dan Jerman. Namun, negara lain seperti Turki, Korea Selatan, Australia, dan Jepang juga turut serta. Amerika Serikat mengirim delegasi, tetapi tidak hadir dalam acara tersebut.

Duta Besar Ukraina untuk PBB, Yevheniia Filipenko, dalam pidatonya yang emosional, meminta dukungan berkelanjutan untuk pembangunan kembali Ukraina serta upaya mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan sejak invasi Rusia. 

"Jalan di depan sangat menantang, tetapi jika kita bersatu, kita bisa menang," ujarnya.

Selanjutnya: ExxonMobil Pastikan Stok BBM Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

Menarik Dibaca: Hujan Turun di Daerah Mana Saja? Simak Ramalan Cuaca Besok (27/2) di Jawa Barat



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×