kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

PBB mulai pertimbangkan embargo senjata kepada Myanmar


Senin, 17 Mei 2021 / 07:50 WIB
ILUSTRASI. Kepala junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari 2021, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (27/3/2021).


Sumber: Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Gejolak politik Myanmar diprediksi akan memasuki babak baru setelah Majelis Umum PBB mulai mempertimbangkan sanksi embargo senjata ke negara tersebut.

Majelis Umum PBB pada hari Selasa (18/5) kabarnya akan membahas rancangan resolusi tidak mengikat yang menyerukan penangguhan segera atas atas transfer senjata ke junta militer Myanmar, ungkap salah seorangg pejabat PBB kepada AFP, seperti dikutip Channel News Asia.

Berbeda dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Majelis Umum memang tidak mengikat, namun bisa membawa signifikansi politik yang cukup kuat.

Baca Juga: Ledakan dari bom parsel di Myanmar telah menewaskan lima orang

Dalam proses pengesahannya, jika persetujuan melalui konsensus tidak dapat dicapai, maka Majelis Umum dengan 193 anggota akan memberikan suara bulat kepada tindakan tersebut.

Rancangan sanksi tersebut disampaikan oleh Liechtenstein, dengan dukungan dari Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat. Nantinya, pada hari Selasa malam, atau Rabu pagi waktu Indonesia, kaputusan akhir diharapkan bisa didapat.

Beberapa poin penting dalam rancangan resolusi berbunyi "penangguhan segera pasokan, penjualan, atau transfer langsung dan tidak langsung semua senjata, amunisi, dan peralatan terkait militer lainnya ke Myanmar".

Poin lain yang tak kalah pentingnya adalah meminta pihak militer untuk mengakhiri keadaan darurat dan segera menghentikan semua kekerasan terhadap demonstran aksi damai.

Baca Juga: Militer Myanmar lepaskan tembakan peringatan ke kapal yang membawa pejabat Thailand




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×