CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

PBB: Situasi keamanan Myanmar memburuk, rumah dan gereja dibakar


Selasa, 09 November 2021 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Sekelompok perempuan membawa obor saat mereka melakukan protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (14/7/2021). REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Sikap PBB saat ini masih sama, yakni mendesak militer Myanmar untuk mengembalikan pemerintahan ke pihak sipil yang terpilih melalui pemilihan umum secara sah.

"Pemilihan itu dianggap bebas dan adil oleh pengamat domestik dan internasional. PBB mengulangi seruannya kepada militer untuk menghormati kehendak rakyat dan mengembalikan negara ke jalur transisi demokrasi," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric pada hari Senin.

Kekerasan yang dilakukan militer Myanmar telah lama menjadi sorotan internasional, terutama sejak tindakan keras mereka terhadap Rohingya tahun 2017 lalu yang menyebabkan 730.000 orang melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Myanmar menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional tindakan tersebut, namun membantahnya dan mengatakan bahwa militernya secara sah menargetkan gerilyawan yang menyerang pos polisi.

Selanjutnya: Militer Myanmar melarang utusan khusus ASEAN untuk bertemu Aung San Suu Kyi




TERBARU

[X]
×