kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pekan ketiga krisis nuklir, makanan terkontaminasi di Jepang cenderung bertambah


Minggu, 27 Maret 2011 / 23:10 WIB
Pekan ketiga krisis nuklir, makanan terkontaminasi di Jepang cenderung bertambah
ILUSTRASI. Plang tanda 'check point' pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa penerapan PSBB di DKI Jakarta hingga 22 Mei 2020


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

OSAKA. Kontaminasi radioaktif dalam makanan cenderung meningkat di Jepang. Hal ini seiring Jepang telah memasuki pekan ketiga dalam menghadapi krisis energi nuklir terbesar sejak Chernobyl.

Taku Ohhara, pejabat di Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menyebut, jumlah makanan yang tercemar radiasi sepertinya akan meningkat seiring pengujian setiap sampel produk. Sekitar 99 produk, termasuk susu dan sayuran, ditemukan terkontaminasi di Tokyo.

Dua hari lalu, Menteri Kesehatan Jepang mengatakan, radiasi pada beberapa sayuran yang diproduksi dari Fukushima dan Chiba melebihi standar.

Di tengah kekhawatiran cemaran radiasi ini, pembeli di Hong Kong, Singapura dan Sydney menghindari produk makanan Jepang di supermarket.
Keadaan ini semakin menyeret pertumbuhan ekonomi yang tertekan karena kerusakan akibat gempa dan tsunami diperkirakan mencapai 25 triliun yen (US$ 307 miliar). Pasalnya, ekspor Jepang sekitar 481 miliar yen berasal dari makanan di tahun lalu, atau sekitar 0,7% dari total ekspor negara ini.

Surat kabar Nikkei menyebutkan, Jepang berencana untuk mendesak negara-negara lain untuk mencermati peraturan Organisasi Perdagangan Dunia setelah Amerika Serikat, Cina dan negara lain menghentikan impor beberapa produk makanan Jepang karena kekhawatiran radiasi.




TERBARU

[X]
×