kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemangkasan Pekerja Terlihat di Perusahaan Skala Kecil Maupun Menengah


Senin, 10 November 2008 / 13:21 WIB


Sumber: BBC |

INGGRIS. Perusahaan kini dalam kondisi suram untuk menciptakan ladang pekerjaan anyar agar bisa bangkit dari krisis finansial yang menjepit saat ini.

Chartered Institute of Personnel mengatakan, indeks perekrutan karyawan, berdasarkan lebih dari 700 perusahaan, menyentuh level terendah sejak 2004.  

Perusahaan yang hendak merekrut karyawan dan yang hendak memangkas pekerjanya, tidaklah seimbang. Sementara itu, CBI melaporkan adanya pemangkasan yang cukup besar di perusahaan berskala menengah maupun kecil.

Situasi ini seperti mencerminkan suramnya bulan-bulan yang akan datang; seiring dengan permintaan barang-barang yang juga menurun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Russell Griggs dari CBI mengatakan, "Setelah lebih dari setahun pertumbuhan bursa kerja cukup stagnan, sekarang kita menyaksikan SME (small and medium-sized enterprises) memangkas pekerjanya sebagai respons atas melemahnya permintaan lantaran ekonomi global melambat."

Sejumlah angka membeberkan, bahwa orang-orang yang kehilangan pekerjaan di bulan Oktober menggemuk luar biasa jumlahnya sejak Agustus menjadi sebesar 164.000 orang.

Sebanyak 80% dari perusahaan-perusahaan yang disurvei oleh CIPD percaya bahwa perekonomian di Inggris akan memburuk. Sementara, hanya 1% yang menyatakan ekonomi Inggris akan membaik.

Chief ekonom CIPD John Philpott mengatakan, "Kita saat ini mulai masuk dalam periode penyusutan, dengan hilangnya pekerjaan, tidak mudah mencari pekerjaan anyar; dan seiring dengan munculnya data statistik resmi, tingkat pengangguran semakin naik tajam."




TERBARU

[X]
×