kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemberian Nobel Sastra kepada Handke menuai kritik, The Swedish Academy bergeming


Kamis, 17 Oktober 2019 / 20:22 WIB
Peter Handke


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Kami belum menemukan apa pun dalam tulisannya yang merupakan serangan terhadap masyarakat sipil atau penghormatan terhadap kesetaraan semua orang," tulis Malm dalam artikelnya di Dagens Nyheter seperti dikutip Reuters.

The Swedish Academy mengutip sebuah artikel dari 2006 di surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung. Di artikel ini, Handke mengatakan, pembantaian Srebrenica adalah kejahatan terburuk terhadap kemanusiaan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Baca Juga: Ini dia para pemenang Nobel 2019, dari penemu planet terjauh hingga PM termuda Afrika

Perdana Menteri Albania Edi Rama menuduh The Swedish Academy "mengurangi nilai Nobel" dengan memberikannya kepada Handke. Dan, "Mengarungi skandal lain yang akan menodai reputasinya selama beberapa dekade mendatang," tegasnya.

Keputusan The Swedish Academy mendulang banyak kritik di Albania dan Kosovo. Maklum, sekitar 10.000 etnis Albania tewas di tangan pasukan Milosevic dan hampir 1 juta mengungsi selama perang 1998-1999.

Munira Subasic, Presiden Mothers of Srebrenica yang mewakili para korban pembantaian 1995 mengatakan kepada Reuters, keputusan The Swedish Academy itu "memalukan".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×