kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pembicaraan dagang AS-Taiwan berpotensi dimulai kembali sejak terhenti di era Obama


Selasa, 08 Juni 2021 / 09:00 WIB
Pembicaraan dagang AS-Taiwan berpotensi dimulai kembali sejak terhenti di era Obama
ILUSTRASI. Seorang demonstran memegang bendera Taiwan dan Amerika Serikat untuk mendukung Presiden Taiwan Tsai Ing-wen saat singgah setelah kunjungannya ke Amerika Latin di Burlingame, California, AS, 14 Januari 2017.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan perdagangan dan investasi dengan Taiwan yang terhenti sejak era Presiden Barack Obama.

Berbicara pada sidang Komite Urusan Luar Negeri DPR AS hari Senin (7/6), Blinken turut mengungkapkan posisi AS terkait perjanjian perdagangan bilateral dengan Taiwan.

"Terkait hal itu, saya harus merujuk Anda ke Katherine Tai, Perwakilan Dagang AS, tetapi saya tahu kita terlibat pembicaraan dengan Taiwan tentang perjanjuan kerangka kerja, pembicaraan tersebut harus dimulai," ungkap Blinken, seperti dilansir Reuters.

Kemungkinan kembalinya hubungan dagang AS-Taiwan juga diamini oleh kantor Perwakilan Dagang AS. Mereka mengungkap bahwa AS memang perlu untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan Taiwan. 

Dari pihak Taiwan, juru bicara kantor perwakilan Taiwan di Washington mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang bekerja untuk terlibat dalam diskusi dengan Perwakilan Dagang AS, dengan harapan agar bisa mengarah pada kemajuan dalam hubungan perdagangan bilateral.

Baca Juga: Amerika akan sumbangkan 750.000 vaksin ke Taiwan

Terhenti sejak era Obama

Pakar hubungan luar negeri Taiwan di German Marshall Fund AS, Bonnie Glaser, mengatakan komentar Blinken adalah sinyal bahwa Washington kemungkinan akan bergerak maju dengan dimulainya kembali Trade Investment Framework Talks (TIFA) dengan Taiwan yang belum diadakan sejak pemerintahan Obama.

Di sisi lain, ia menduga saat ini pemerintah mungkin belum membuat keputusan apakah akan mengambil langkah yang jauh lebih besar untuk mengejar perjanjian perdagangan bilateral dengan Taiwan.

"Pejabat senior pemerintahan Biden telah mendorong Perwakilan Dagang AS untuk mengadakan pembicaraan TIFA, dan Taipei ingin melakukan ini sesegera mungkin," ungkap Glaser.

Dilansir dari Reuters, Presiden Taiwan Tsai In-wen juga menunjukkan beberapa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan AS menjelang referendum pada Agustus nanti.

Pembicaraan terkait TIFA terhenti setelah mantan Presiden Barack Obama meninggalkan Gedung Putih tahn 2016 silam. Kantor urusan dagang di era Donald Trump saat itu langsung fokus pada pembicaraan perdagangan dengan China.

Jika pembicaraan TIFA dengan Taiwan dimulai kembali, China diprediksi akan memberikan tanggapan keras. China akan khawatir pembicaraan tersebut akan mengarah pada perjanjian perdagangan bebas dengan negara lainnya dan memperkuat posisi Taiwan.

Selanjutnya: Langka, pejabat AS kunjungi Taiwan dengan menumpang pesawat militer




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×