Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemegang emas swasta terbesar di dunia kini diam-diam membangun neraca keuangan yang setara dengan lembaga keuangan besar, dengan portofolio yang mencakup aset fisik dan surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Mengutip The Street, perusahaan tersebut adalah Tether, yang selama ini dikenal sebagai penerbit stablecoin terbesar di dunia, USDT. Kini, Tether berada di persimpangan dua aset safe haven tradisional, yakni emas dan obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries), dalam skala yang mulai berdampak pada pasar modal global.
Neraca Tether Menyaingi Lembaga Keuangan
Tether tak lagi sekadar penyedia likuiditas kripto. Perusahaan ini kini menjadi salah satu pemegang swasta terbesar emas dan surat utang pemerintah AS, posisi yang biasanya ditempati oleh bank, manajer investasi, dan lembaga negara.
Tether telah mengakumulasi sekitar 80 hingga 116 metrik ton emas dalam cadangan mereka serta melalui produk emas tokenisasi, XAUT. Dengan jumlah tersebut, Tether menjadi pemegang emas sektor swasta terbesar di dunia.
Baca Juga: AS Turunkan Tarif Impor ke India Jadi 18%, India Sepakat Stop Pembelian Minyak Rusia
Pada kuartal IV-2025 saja, Tether menambah sekitar 27 ton emas, seiring lonjakan harga emas yang dipicu ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang masih tinggi.
Emas tersebut berjalan seiring dengan portofolio obligasi pemerintah AS yang terus membesar.
Dalam laporan atestasi terbaru yang dirilis pada 30 Januari dan disusun oleh firma akuntansi BDO, Tether melaporkan kepemilikan langsung surat utang pemerintah AS lebih dari US$ 122 miliar. Jika termasuk transaksi reverse repo semalam, total eksposur terhadap Treasuries melampaui US$ 141 miliar.
Level tersebut menempatkan Tether sebagai salah satu pemegang non-negara terbesar surat utang pemerintah AS di dunia.
Secara keseluruhan, komposisi aset ini mencerminkan strategi cadangan yang semakin menyerupai lembaga keuangan besar, bukan lagi sekadar perusahaan kripto tahap awal.
Baca Juga: Kekayaan Epstein: Siapa 43 Orang yang Berhak Atas Warisan US$ 630 Juta?
Pertumbuhan Stablecoin Dorong Permintaan Treasuries
Pendorong utama ekspansi tersebut adalah pertumbuhan pesat USDT. Sepanjang 2025, Tether menerbitkan hampir US$ 50 miliar token baru, sehingga total peredaran USDT melampaui US$ 186 miliar.
Lonjakan ini didorong oleh tingginya permintaan likuiditas dolar di negara berkembang, sistem pembayaran, dan perdagangan aset digital.
Model bisnisnya relatif sederhana: dana dolar yang disetor untuk mencetak USDT diinvestasikan terutama pada surat utang pemerintah AS jangka pendek dan aset likuid serupa.
Imbal hasil dari aset tersebut menjadi pendapatan Tether, sementara aset dasarnya tetap tersedia untuk memenuhi permintaan penarikan (redemption).
Dalam skala saat ini, model ini menjadikan Tether sebagai pembeli signifikan Treasury bills, khususnya di tenor pendek.











