kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Emas Berjangka AS Sentuh Rekor Tertinggi Usai Laporan Tarif Impor


Jumat, 08 Agustus 2025 / 15:17 WIB
Harga Emas Berjangka AS Sentuh Rekor Tertinggi Usai Laporan Tarif Impor
ILUSTRASI. Harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) atat rekor tertinggi pada Jumat (8/8/2025) setelah pemerintah AS Kenakan tarif impor emas batangan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) mencatat rekor tertinggi pada Jumat (8/8/2025) setelah laporan bahwa pemerintah AS mengenakan tarif impor untuk emas batangan berukuran 1 kilogram. 

Sementara itu, emas spot tetap berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut di tengah gejolak tarif dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

Mengutip data pukul 07.34 Waktu setempat, harga emas spot stabil di level US$ 3.396,92 per ons, setelah sempat menyentuh titik tertinggi sejak 23 Juli pada awal sesi. Secara mingguan, harga emas batangan telah naik sekitar 1%.

Baca Juga: Harga Emas Masih Berpotensi Naik, Didorong Konflik Global dan Sinyal The Fed

Kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember naik 1,4% menjadi US$ 3.502,90 per ons, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.534,10. Selisih harga antara emas berjangka dan emas spot di New York melebar lebih dari US$ 100.

Kenaikan selisih harga tersebut terjadi setelah Financial Times melaporkan bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, melalui surat tertanggal 31 Juli, mengklasifikasikan emas batangan 1 kg dan 100 ons ke dalam kode bea cukai dengan tarif lebih tinggi. 

Kebijakan ini berpotensi berdampak pada Swiss, pusat pemurnian emas terbesar di dunia.

“Perubahan ini tidak akan berlaku dalam dua minggu atau satu bulan. Namun, jika pengiriman dilakukan saat ini, harganya akan menjadi harga Swiss di London ditambah tarif tambahan, sehingga harga di AS menjadi lebih tinggi,” ujar Analis Komoditas UBS, Giovanni Staunovo.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor, Investor Disarankan Mulai Cicil Beli


Tag


TERBARU

[X]
×