Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Meningkatnya peran penerbit stablecoin sebagai pemegang besar utang pemerintah AS mulai mendapat perhatian serius dari pembuat kebijakan.
Riset dari Federal Reserve Bank of Kansas City memperingatkan bahwa meskipun stablecoin dapat meningkatkan permintaan terhadap Treasuries, hal itu juga berpotensi menarik dana keluar dari simpanan perbankan.
Berbeda dengan bank, penerbit stablecoin tidak dapat menyalurkan kredit langsung ke sektor riil, sehingga pergeseran dana besar-besaran ke “dolar digital” dikhawatirkan dapat menekan ketersediaan kredit dalam perekonomian.
Kerangka regulasi pun mulai mengakomodasi dinamika ini. Undang-undang baru di AS, termasuk GENIUS Act, secara efektif mengarahkan cadangan stablecoin ke Treasuries dan aset berbasis pemerintah lainnya, sekaligus memperkuat peran penerbit stablecoin sebagai pembeli swasta surat utang negara.
Tonton: Profil Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Dirut BEI Sementara
Untuk saat ini, skala stablecoin masih relatif kecil dibandingkan pasar Treasuries AS senilai sekitar US$ 26 triliun. Namun, dengan proyeksi bank-bank besar bahwa stablecoin bisa tumbuh hingga triliunan dolar dalam dekade mendatang, neraca Tether menjadi sinyal bahwa perusahaan berbasis kripto mulai menjadi bagian dari sumber pendanaan sistem keuangan global.













