kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.789   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.034   111,09   1,40%
  • KOMPAS100 1.124   16,25   1,47%
  • LQ45 817   10,90   1,35%
  • ISSI 285   6,34   2,28%
  • IDX30 427   6,29   1,49%
  • IDXHIDIV20 511   5,16   1,02%
  • IDX80 125   2,10   1,71%
  • IDXV30 139   3,66   2,70%
  • IDXQ30 138   1,04   0,76%

Baht Thailand dan Won Korea Menguat Paling Tinggi Selasa (3/2), Mata Uang Asia Flat


Selasa, 03 Februari 2026 / 09:30 WIB
Baht Thailand dan Won Korea Menguat Paling Tinggi Selasa (3/2), Mata Uang Asia Flat
ILUSTRASI. Baht Thailand (REUTERS/Athit Perawongmetha)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Baht Thailand dan won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS pada Selasa (3/2/2026), di tengah pergerakan yang relatif terbatas pada mayoritas mata uang regional.

Pada pukul 02.04 GMT, baht Thailand menguat 0,25% ke level 31,46 per dolar AS, sementara won Korea naik 0,17% ke 1.449,1 per dolar AS.

Penguatan keduanya terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global setelah reli saham teknologi di Amerika Serikat.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Rebound Hampir 5% Selasa (3/2), Perdagangan Dihentikan Sementara

Mata uang Asia lainnya mencatat pergerakan yang lebih sempit. Yen Jepang menguat tipis 0,10% ke 155,45 per dolar AS, sementara dolar Singapura naik 0,11% ke 1,27. Rupiah Indonesia juga menguat 0,15% ke level 16.760 per dolar AS.

Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,15% ke 3,945 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan relatif stabil di 31,596. Yuan China tercatat menguat tipis 0,06% ke 6,94 per dolar AS.

Kinerja Sepanjang 2026

Secara year-to-date, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia sepanjang 2026, naik sekitar 2,81% dibandingkan akhir 2025. Dolar Singapura juga menguat 1,19%, disusul yen Jepang yang naik 0,77%.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melonjak 3% Selasa (3/2), Seiring Jeda Aksi Jual Logam Mulia

Sebaliknya, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam tahun ini, turun 1,79%, diikuti won Korea yang melemah 0,66% dan rupiah Indonesia yang terkoreksi 0,54% dibandingkan posisi akhir 2025.

Pelaku pasar menilai pergerakan mata uang Asia masih akan cenderung terbatas, dengan investor menunggu arah kebijakan moneter bank sentral utama serta perkembangan geopolitik dan perdagangan global.

Selanjutnya: Peringatan Setiap 4 Februari: Bukan Hanya Hari Kanker Sedunia, Ada 2 Perayaan Lain

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (3/2)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×