Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Baht Thailand dan won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS pada Selasa (3/2/2026), di tengah pergerakan yang relatif terbatas pada mayoritas mata uang regional.
Pada pukul 02.04 GMT, baht Thailand menguat 0,25% ke level 31,46 per dolar AS, sementara won Korea naik 0,17% ke 1.449,1 per dolar AS.
Penguatan keduanya terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global setelah reli saham teknologi di Amerika Serikat.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Rebound Hampir 5% Selasa (3/2), Perdagangan Dihentikan Sementara
Mata uang Asia lainnya mencatat pergerakan yang lebih sempit. Yen Jepang menguat tipis 0,10% ke 155,45 per dolar AS, sementara dolar Singapura naik 0,11% ke 1,27. Rupiah Indonesia juga menguat 0,15% ke level 16.760 per dolar AS.
Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,15% ke 3,945 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan relatif stabil di 31,596. Yuan China tercatat menguat tipis 0,06% ke 6,94 per dolar AS.
Kinerja Sepanjang 2026
Secara year-to-date, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia sepanjang 2026, naik sekitar 2,81% dibandingkan akhir 2025. Dolar Singapura juga menguat 1,19%, disusul yen Jepang yang naik 0,77%.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melonjak 3% Selasa (3/2), Seiring Jeda Aksi Jual Logam Mulia
Sebaliknya, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam tahun ini, turun 1,79%, diikuti won Korea yang melemah 0,66% dan rupiah Indonesia yang terkoreksi 0,54% dibandingkan posisi akhir 2025.
Pelaku pasar menilai pergerakan mata uang Asia masih akan cenderung terbatas, dengan investor menunggu arah kebijakan moneter bank sentral utama serta perkembangan geopolitik dan perdagangan global.













