kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemerintah AS terancam gagal bayar utang


Senin, 26 Juli 2021 / 05:50 WIB
Pemerintah AS terancam gagal bayar utang

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) terancam gagal bayar utang. Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah mewanti-wanti Kongres untuk segera menaikkan batas atau plafon utang sesegera mungkin guna menghindari potensi gagal bayar atau default yang bisa berujung pada bencana keuangan.

Jika Kongres tak menangguhkan atau meningkatkan plafon utang paling lambat pada 2 Agustus 2021, Departemen Keuangan AS bakal mengambil tindakan luar biasa untuk mencegah terjadinya default. Utang AS akan mencapai batas atas plafon pada 1 Agustus 2021.

Dalam suratnya kepada pimpinan Parlemen,  dikutip Reuters, Sabtu (24/7), Yellen mengatakan,  1 Oktober 2021 sebagai hari pertama tahun fiskal berikutnya,  bisa menjadi tanggal kritis kemampuan bayar utang bagi AS tanpa adanya penangguhan atau kenaikan plafon utang. Pasalnya, anggaran belanja pemerintah AS yang sudah dijadwalkan sangat besar. 

Departemen Keuangan AS telah mengumumkan akan menangguhkan penjualan surat berharga State and Local Govermnet Series (SLGS) pada 30 Juli 2021 pukul 12.00. Penangguhan itu akan berlaku hingga plafon utang ditangguhkan atau dinaikkan. 

Pembahasan untuk segera menaikkan plafon utang masih jadi perdebatan sengit antara Partai Republik dan Demokrat. Jika tidak ada kesepakatan apakah pemangkasan anggaran pemerintah harus disertai dengan peningkatan batas utang menurut undang-undang yang saat ini ditetapkan US$ 28,5 triliun, dapat menyebabkan penutupan pemerintah federal atau bahkan berujung default. 

Baca Juga: The Fed gelar FOMC Meeting pekan ini, berikut prediksi pergerakan IHSG

Yellen mengatakan, tidak bisa diketahui dengan pasti berapa lama uang tunai bertahan. Proyeksi pembayaran dan pendapatan akibat pandemi semakin tidak pasti. Salah satu skenario Departemen Keuangan, uang tunai dan langkah-langkah luar biasa untuk melanjutkan pinjaman bisa habis segera setelah Kongres kembali dari reses musim panas pada pertengahan September.

“Misalnya, pada 1 Oktober saja, uang tunai dan langkah-langkah luar biasa diperkirakan akan berkurang sekitar US$ 150 miliar karena pembayaran wajib yang besar, termasuk investasi pensiun dan perawatan kesehatan yang terkait dengan Departemen Pertahanan,” kata Yellen.

Per akhir Juli, saldo kas  Kementerian Keuangan AS diperkirakan sekitar US$$ 450 miliar, turun dibandingkan dengan US$ 1,12 triliun pada akhir Maret.

Pemerintahan Biden tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk tindakan kongres tetapi Yellen menawarkan gambaran tentang garis waktu untuk tindakan yang diperlukan.

"Kami tentu mengharapkan Kongres untuk bertindak secara bipartisan, seperti yang mereka lakukan tiga kali di bawah pemerintahan sebelumnya, untuk menaikkan batas utang," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki. 

Selanjutnya: Penerbitan SUN valas jadi langkah pemerintah dalam mendiversifikasi pengelolaan utang

 




TERBARU

[X]
×