kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemilu AS: Biden menghabiskan lebih dari US$ 46 juta untuk beriklan


Jumat, 21 Agustus 2020 / 14:15 WIB
ILUSTRASI. Calon wakil presiden partai Demokrat Senator Kamala Harris. REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Donald Trump dan rivalnya di pemilu Amerika Serikat (AS) Joe Biden meningkatkan pengeluaran kampanye pada bulan Juli, menurut data yang diajukan kepada Komisi Pemilihan Federal.

Biden, yang menerima pencalonan Partai Demokrat untuk menantang Trump dalam pemilihan 3 November, pada Kamis lalu telah menghabiskan hampir US$ 60 juta, jumlah itu tidak berbeda jauh dengan Trump. 

Trump, yang memulai penggalangan dana untuk kampanye pemilihannya kembali, memiliki kepemilikan tunai sekitar dua kali lipat dari Biden pada bulan April ketika Biden menjadi calon de facto partainya. Pada Juli, kampanye Trump memiliki sekitar US$ 121 juta dibanding Biden sekitar US$ 99 juta.

Baca Juga: Mantan pejabat CIA dan FBI ramai-ramai dukung Joe Biden

Pernyataan dari setiap kampanye bulan ini menunjukkan bahwa tumpukan uang mereka kira-kira setara. Biden berencana untuk meningkatkan pengeluaran iklan dalam beberapa bulan mendatang, dan pertemuan itu bisa menjadi pemilu AS termahal dalam sejarah. 

Pada bulan Juli, Biden menghabiskan lebih dari US$ 46 juta untuk televisi dan iklan media lainnya. Untuk pengeluaran keseluruhan yang lebih dari 60% di atas level bulan Juni. Kampanye Trump turun lebih dari US$ 44 juta untuk iklan pada bulan Juli, dengan pengeluaran keseluruhan meningkat sekitar seperempat selama bulan sebelumnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×