Sumber: CNA,South China Morning Post | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada hari Sabtu (31/10) memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak kembali memicu perang.
Melansir dari South China Morning Post, peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis, menyusul adanya ancaman dari pihak-pihak yang memusuhi Republik Islam Iran mengenai kemungkinan dimulainya kembali serangan.
"Jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran-lah yang akan menentukan waktu serta kondisi untuk mengakhirinya," demikian bunyi pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei dan diunggah di situs web pribadinya.
Baca Juga: Zelenskiy: Warga yang Dievakuasi dari Oleshky Tiba di Ukraina
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan antara Khamenei dan sejumlah komandan militer senior, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, serta Komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi.
Mengutip dari CNA, Khamenei memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target Iran, yang mencakup segala jenis aset, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, milik musuh.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah melontarkan peringatan mengenai kemungkinan aksi militer baru setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada hari Selasa. Akhir pekan lalu, ia menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan menghabisi mereka.
Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara tentang peluang bersejarah yang hanya datang sekali untuk menggulingkan pemerintah Iran.
Kedua negara tersebut tengah menyelenggarakan pemilihan umum legislatif yang dapat menentukan arah konflik Israel telah melaksanakan pemungutan suara pada hari Selasa, sementara pemilihan umum paruh waktu AS dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Baca Juga: Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Antisipasi Kerusuhan di Tengah Gelombang Protes














