kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pencipta aplikasi pesan untuk generasi muda (1)


Selasa, 02 Oktober 2018 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi LINE


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Generasi muda yang akrab dengan ponsel pintar dan internet tentu bakal akrab dengan berbagai aplikasi perpesanan seperti Line asal Korea Selatan. Penemu aplikasi terpopuler di negaranya ini adalah Lee He-jin. Lewat Naver Corporation, Lee menciptakan aplikasi ini pada tahun 2011 dan kini telah memiliki 215 juta pengguna di berbagai dunia. Bisnis teknologi ini membawa Lee menjadi miliarder versi Majalah Forbes dengan kekayaan US$ 1,1 miliar.

Memiliki otak encer bisa menjadi modal kuat meraih kesuksesan. Itulah yang terjadi pada perjalanan Lee Hae-jin. Pria asal Seoul, Korea Selatan ini diberkahi dengan kecerdasan yang di atas rata-rata.

Dengan kecerdasannya itu Lee mampu membangun perusahaan teknologi bernama Naver Corporation, yang sebelumnya bernama Next Human Network (NHK) Corporation. Ini merupakan perusahaan penyedia layanan mesin pencari (search engine) seperti Google. Seiring berjalannya waktu, Naver berhasil menjadi mesin pencari paling tenar di Korea Selatan.

Berkat kiprah Lee dan Naver, Korea Selatan menjadi salah satu di antara beberapa negara termasuk Rusia dan China yang tidak didominasi oleh Google. Tak puas dengan keberhasilan itu, Lee pun kembali berambisi membuat gebrakan baru.

Pria berusia 51 tahun ini lantas menciptakan aplikasi berbagi pesan Line Messenger. Ada cerita unik dibalik pembuatan aplikasi tersebut, Lee Hae Jin mengungkap inspirasinya membuat Line Messenger setelah melihat orang-orang Jepang sedang mengantre melakukan panggilan telepon sesaat setelah gempa tahun 2011 di Jepang .

Saat itu, orang-orang Jepang memanfaatkan jaringan internet lantaran jaringan telepon terputus. Itulah yang membedakan Line Messenger dibandingkan aplikasi serupa pada awalnya, yaitu fitur menelepon via aplikasi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×