kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Pendiri Twitter menyesal bantu Trump jadi presiden


Senin, 22 Mei 2017 / 12:25 WIB


Sumber: New York Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SAN FRANCISCO. Ini pengakuan jujur salah seorang pendiri Twitter mengenai Donald Trump. Dalam wawancara dengan The New York Times, pendiri Twitter Evan Williams mengungkapkan penyesalannya jika platform media sosial Twitter membantu Donald Trump hingga berhasil melenggang ke Gedung Putih sebagai presiden seperti yang diungkapkan banyak pihak.

Menurutnya, peran Twitter dalam mendongkrak popularitas Trump merupakan hal yang buruk.

Trump sendiri sebelumnya pernah mengungkapkan, Twitter sangat berperan dalam mengantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

Saat dikonfrontir mengenai hal tersebut, William mengatakan: "Jika hal itu benar bahwa dia tidak akan menjadi presiden jika bukan karena Twitter, dan yaaah, saya menyesal."

Pengusaha Silicon Valley berusia 45 tahun tersebut juga bilang internet tersebut sudah jelas rusak karena memberikan hasil yang ekstrem.

William mengaku salah dengan berpikir bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika ada sebuah platform bagi semua orang yang ingin berbicara dengan bebas dan bertukar ide.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×