kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pendiri Twitter menyesal bantu Trump jadi presiden


Senin, 22 Mei 2017 / 12:25 WIB
Pendiri Twitter menyesal bantu Trump jadi presiden


Sumber: New York Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SAN FRANCISCO. Ini pengakuan jujur salah seorang pendiri Twitter mengenai Donald Trump. Dalam wawancara dengan The New York Times, pendiri Twitter Evan Williams mengungkapkan penyesalannya jika platform media sosial Twitter membantu Donald Trump hingga berhasil melenggang ke Gedung Putih sebagai presiden seperti yang diungkapkan banyak pihak.

Menurutnya, peran Twitter dalam mendongkrak popularitas Trump merupakan hal yang buruk.

Trump sendiri sebelumnya pernah mengungkapkan, Twitter sangat berperan dalam mengantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

Saat dikonfrontir mengenai hal tersebut, William mengatakan: "Jika hal itu benar bahwa dia tidak akan menjadi presiden jika bukan karena Twitter, dan yaaah, saya menyesal."

Pengusaha Silicon Valley berusia 45 tahun tersebut juga bilang internet tersebut sudah jelas rusak karena memberikan hasil yang ekstrem.

William mengaku salah dengan berpikir bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika ada sebuah platform bagi semua orang yang ingin berbicara dengan bebas dan bertukar ide.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×