kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Peneliti Oxford penasaran dengan jamu


Rabu, 09 Oktober 2013 / 13:32 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: NHK | Editor: Asnil Amri

TOKYO. Universitas Oxford Inggris memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Jepang untuk mengetahui efektivitas pengobatan tradisional berupa herbal atau jamu.

Sebagaimana diketahui, Oxford merupakan salah satu lembaga pendidikan dunia yang paling maju di bidang penelitian medis. Sementara itu, Tsumura merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat Kampo, obat tradisional China yang racikannya mirip dengan racikan jamu.

Pejabat Oxford dan Tsumura dalam konferensi pers di London Selasa, (8/10) lalu menjelaskan,  pihaknya ingin memahami efek lebih lanjut obat herbal dan mineral yang digunakan di dalam obat Kampo.

Mereka mengatakan, mereka ingin memastikan dan menganalisis secara ilmiah mengenai fungsi dan cara kerja penyembuhan masing-masing obat tersebut di dalam tubuh manusia.

Dalam kerja sama itu, dua lembaga itu ingin mengembangkan obat Kampo yang diharapkan bisa mengobati kanker atau penyakit Alzheimer di masa depan .

Salah satu peneliti dari Oxford University itu adalah, Profesor Emeritus Denis Noble. Ia mengaku, kerja sama  dilakukan untuk membantu orang-orang yang memiliki penyakit kompleks di Jepang , Inggris dan di tempat lainnya.

Obat tradisional di Asia termasuk Kampo, selama ini menjadi alternatif obat yang terpinggirkan dari peneliti medis di negara-negara Barat. Namun efektivitas obat herbal tersebut telah terbukti dalam beberapa tahun terakhir .




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×