kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengangguran naik, makin banyak negara bagian AS longgarkan lockdown


Senin, 27 April 2020 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Warga mengambil kesempatan berkunjung ke pembukaan pantai Duval County untuk aktivitas fisik di tengah pembatasan penyakit virus korona (COVID-19) di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). REUTERS/Sam Thomas


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Sementara kebijakan lockdown telah mengakibatkan 26,5 juta warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret. Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) memperkirakan ekonomi AS akan berkontraksi hampir 40% pada kuartal kedua.

CBO memperkirakan tingkat pengangguran akan naik rata-rata di atas 10% tahun depan. Sebelum pandemi melanda, tingkat pengangguran AS melayang pada level terendah 50 tahun sebesar 3,5%.

Baca Juga: Ingin saingi AS, belanja militer China melonjak di tahun lalu

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett mengatakan, tingkat pengangguran di AS kemungkinan akan mencapai 16% atau lebih pada April. Menurut dia, peningkatan angka pengangguran tersebut sangat mengerikan.

"Saya pikir beberapa bulan ke depan akan terlihat mengerikan. Kita akan menghadapi angka buruk yang belum pernah kita lihat sebelumnya." Kata Hasset dikutip Reuters, Senin (27/4).




TERBARU

[X]
×