kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.003   40,00   0,22%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pengangguran naik, makin banyak negara bagian AS longgarkan lockdown


Senin, 27 April 2020 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Warga mengambil kesempatan berkunjung ke pembukaan pantai Duval County untuk aktivitas fisik di tengah pembatasan penyakit virus korona (COVID-19) di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). REUTERS/Sam Thomas


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Sementara kebijakan lockdown telah mengakibatkan 26,5 juta warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret. Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) memperkirakan ekonomi AS akan berkontraksi hampir 40% pada kuartal kedua.

CBO memperkirakan tingkat pengangguran akan naik rata-rata di atas 10% tahun depan. Sebelum pandemi melanda, tingkat pengangguran AS melayang pada level terendah 50 tahun sebesar 3,5%.

Baca Juga: Ingin saingi AS, belanja militer China melonjak di tahun lalu

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett mengatakan, tingkat pengangguran di AS kemungkinan akan mencapai 16% atau lebih pada April. Menurut dia, peningkatan angka pengangguran tersebut sangat mengerikan.

"Saya pikir beberapa bulan ke depan akan terlihat mengerikan. Kita akan menghadapi angka buruk yang belum pernah kita lihat sebelumnya." Kata Hasset dikutip Reuters, Senin (27/4).




TERBARU

[X]
×