Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah negara bagian lain di Amerika Serikat (AS) mulai melonggarkan pemberlakuan lockdown pada minggu ini meskipun para pakar kesehatan memperingatkan masih ada resiko.
Colorado, Mississippi, Minnesota, Montana, dan Tennessee akan bergabung dengan negara bagian lain untuk membuka kembali kegiatan bisnis setelah sebelumnya melakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus corona baru (Covid-19).
Baca Juga: Pelabuhan Singapura dipenuhi kapal tanker yang berisi minyak
Adapun negara bagian yang sebelumnya sudah memutuskan membuka kembali kegiatan ekonomi adalah Georgia, Oklahoma, Alaska, dan Carolina Selatan.
Penghapusan kebijakan lockdown dilakukan sejumlah negara bagian di AS lantaran tingkat pengangguran kian meningkat. Pembatasan sosial berskala besar yang dilakukan selama berminggu-minggu tersebut telah menyebabkan satu dari enam pekerja di AS kehilangan pekerjaannya.
Otoritas kesehatan AS memperingatkan meningkatnya interaksi manusia dan kegiatan ekonomi tanpa sarana untuk melakukannya dengan aman - hanya akan menjadi bumerang, memicu gelombang baru infeksi.
Para ahli medis mengatakan kepatuhan ketat terhadap lockdown yang diberlakukan selama beberapa minggu terakhir oleh gubernur di 42 dari 50 negara telah berupaya untuk menurunkan tingkat rawat inap dan penerimaan ke unit perawatan intensif. Jumlah kasus positif Covid-19 di AS hingga Minggu (26/4) mencapai 960.000 dengan jumlah meninggal mencapai 54.700
Baca Juga: Pejabat Korea Selatan: Kim Jong-Un masih hidup
Meningkatnya jumlah kasus AS sebagian disebabkan oleh peningkatan skrining diagnostik. Tetapi otoritas kesehatan juga memperingatkan bahwa pengujian dan pelacakan kontak harus diperluas sebelum bisnis dapat dibuka kembali dengan aman dalam skala luas.
Sementara kebijakan lockdown telah mengakibatkan 26,5 juta warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret. Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) memperkirakan ekonomi AS akan berkontraksi hampir 40% pada kuartal kedua.
CBO memperkirakan tingkat pengangguran akan naik rata-rata di atas 10% tahun depan. Sebelum pandemi melanda, tingkat pengangguran AS melayang pada level terendah 50 tahun sebesar 3,5%.
Baca Juga: Ingin saingi AS, belanja militer China melonjak di tahun lalu
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett mengatakan, tingkat pengangguran di AS kemungkinan akan mencapai 16% atau lebih pada April. Menurut dia, peningkatan angka pengangguran tersebut sangat mengerikan.
"Saya pikir beberapa bulan ke depan akan terlihat mengerikan. Kita akan menghadapi angka buruk yang belum pernah kita lihat sebelumnya." Kata Hasset dikutip Reuters, Senin (27/4).