Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Tesla mencatat kinerja pengiriman kendaraan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal II 2026. Pemulihan permintaan di pasar Eropa menjadi penopang utama, meski penjualan di Amerika Utara (AS) masih relatif lemah dan persaingan di pasar China semakin ketat.
Berdasarkan laporan yang dirilis Kamis (2/7/2026), Tesla mengirimkan sebanyak 480.126 kendaraan selama periode April–Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian itu jauh melampaui proyeksi analis yang dihimpun Visible Alpha, yang sebelumnya memperkirakan pengiriman Tesla hanya mencapai sekitar 402.776 unit.
Perbaikan kinerja terutama didorong oleh bangkitnya permintaan di sejumlah pasar utama Eropa.
Baca Juga: Harga BBM Melonjak akibat Perang Iran, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Naik Tajam
Pemulihan ini terjadi setelah penjualan Tesla di kawasan tersebut sempat tertekan tajam pada tahun lalu, yang oleh sejumlah analis dikaitkan dengan dampak aktivitas politik CEO Elon Musk terhadap citra merek perusahaan.
Sementara itu, pasar AS mulai menunjukkan tanda-tanda stabil setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam akibat berakhirnya insentif kredit pajak kendaraan listrik senilai US$ 7.500 pada akhir September tahun lalu.
Di Eropa, Tesla juga terus memperluas peluncuran perangkat lunak bantuan mengemudi canggih Full Self-Driving (FSD). Meski saat ini baru tersedia di beberapa negara, analis memperkirakan cakupan layanan tersebut akan semakin luas dalam beberapa bulan mendatang dan berpotensi mendorong permintaan kendaraan.
Di China, penjualan kendaraan listrik Tesla yang diproduksi secara lokal juga meningkat sepanjang tahun ini.
Kenaikan tersebut didukung produksi Model Y versi penyegaran, meskipun perusahaan masih menghadapi persaingan sengit dari produsen lokal seperti BYD dan sejumlah merek domestik lainnya.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Berpotensi Naik 2026, Ini Daftar Terbaru per Januari
Di sisi lain, perhatian investor mulai bergeser dari sekadar angka penjualan kendaraan menuju strategi jangka panjang Tesla di bidang kecerdasan buatan (AI), kendaraan otonom, robot humanoid, dan infrastruktur energi.
Tesla telah memperluas layanan robotaxi setelah memulai layanan komersial terbatas di Austin pada Juni lalu. Elon Musk menargetkan ekspansi layanan tersebut berlangsung secara agresif sepanjang 2026.
Selain itu, produksi Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir dan pedal yang dirancang khusus untuk layanan robotaxi, dijadwalkan meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Meledak 141% di 2025: Ini Daftar Harga Resmi 2026
Meski penjualan mobil masih menjadi sumber pendapatan terbesar Tesla, valuasi perusahaan yang kini mencapai sekitar US$ 1,6 triliun semakin bergantung pada prospek bisnis jangka panjang di bidang AI, robotika, dan teknologi kendaraan otonom.














