kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Penjualan barang mewah mulai laku keras di China


Minggu, 14 Juni 2020 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Tiffany & Co. jewelry is displayed in a store in Paris, France, November 25, 2019. REUTERS/Gonzalo Fuentes


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

Lantaran adanya kenaikan baru-baru ini, China bisa jadi akan menjadi pasar utama perusahaan fesyen di tahun ini, menurut Claudia D'Arpizio, mitra di perusahaan konsultan Bain.

Apalagi, menurut pendiri merek sepatu Italia Aquazzura, tren ini sangat positif dan memandang pelanggan di China merupakan yang paling cepat menggelontorkan uang untuk berbelanja.

Pelanggan di China mungkin menghabiskan banyak uang untuk barang-barang di rumah, lantaran mayoritas wilayah memang masih memberlakukan pembatasan yang ketat.

Baca Juga: Strategi Trisula Textile Industries (BELL) Beradaptasi Menyiasati Pandemi Corona

Di samping itu, sebagian besar negara di dunia saat ini masih berurusan dengan pandemi, dengan membatasi perjalanan ke luar negeri.

Tapi sebaliknya, sebagian orang kaya justru saat ini lebih memilih untuk menghamburkan uangnya dengan membeli barang mewah. Fflur Roberts, Kepala Peneliti Barang Mewah di Euromonitor menambahkan bahwa peningkatan pengeluaran konsumen ini juga terjadi di negara-negara lain, termasuk Korea Selatan.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×