kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   35,00   0,20%
  • IDX 6.762   -96,42   -1,41%
  • KOMPAS100 900   -15,63   -1,71%
  • LQ45 660   -9,43   -1,41%
  • ISSI 245   -2,88   -1,16%
  • IDX30 373   -4,03   -1,07%
  • IDXHIDIV20 456   -5,52   -1,20%
  • IDX80 103   -1,36   -1,30%
  • IDXV30 130   -1,39   -1,05%
  • IDXQ30 119   -1,31   -1,09%

Penjualan H&M Lebih Rendah Dari Proyeksi Para Analis


Kamis, 30 Januari 2025 / 22:57 WIB
Penjualan H&M Lebih Rendah Dari Proyeksi Para Analis
ILUSTRASI. Kerjasam Ritel: Konsumen berbelanja di Gerai H&M usai konferensi pers Kredivo and H&M Partnership Launch di Jakarta, Rabu (25/10/202). Kolaborasi ini diharapkan mampu dorong pertumbuhan tren belanja offline lewat inovasi pembayaran di gerai offline H&M dan mampu memfasilitasi tingginya permintaan masyarakat dalam berbelanja produk fesyen berkualitas secara offline. KONTAN/Baihaki/25/10/2023


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Penjualan peritel asal Swedia,  H&M di kuartal IV tahun 2024 lebih lemah daripada perkiraan. Namun penjualan H&M selama Desember ke Januari akan lebih tinggi. Ini karena penjualan saat Black Friday baru terjadi pada 29 November.

Penjualan H&M naik 3% menjadi 62,19 miliar crown Swedia. Hasil ini lebih lemah dari perkiraan rata-rata analis sebesar 63,48 miliar crown Swedia. Dikutip Reuters H&M telah berjuang meningkatkan penjualannya karena harus bersaing peritel daring China Shein  dan Zara yang berhasil menjual produknya lebih banyak. 

Dalam upaya meningkatkan kinerja, H&M meningkatkan belanja pemasaran dan menggaet Charli XCX menjadi model koleksi musim gugur. Namun, analis menilai H&M masih perlu melakukan upaya ekstra untuk membalikkan kinerja keuangannya. 

"Investasi yang dilakukan dalam penawaran produk dan memperbarui toko, kami harap kinerja tumbuh lebih dari 3% di kuartal IV dan naik 4% di kuartal I," kata analis Danske Bank Daniel Schmidt. 
 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×