Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - HAMBURG. Perusahaan barang konsumen asal Jerman, Beiersdorf, melaporkan penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini. Kinerja tersebut tertekan oleh melemahnya pertumbuhan merek andalan mereka, Nivea, serta gangguan pada bisnis ritel perjalanan di China dan department store di Amerika Serikat untuk merek mewah La Prairie.
Penjualan Nivea, yang merupakan tulang punggung produk perawatan kulit dan tubuh perusahaan, tercatat turun 7% secara organik. Penurunan ini dipicu oleh ketegangan perdagangan di Eropa serta kondisi pasar massal yang menantang.
Baca Juga: 40 Tahun Pascabencana Chornobyl, Para Pembersih Radiasi Masih Menanggung Derita
Di sisi lain, segmen dermatologi menunjukkan kinerja positif. Penjualan Eucerin dan Aquaphor melonjak 8,2% secara organik, didorong oleh inovasi produk terbaru yang berhasil menarik minat konsumen.
Namun, tekanan terbesar datang dari lini premium. Penjualan La Prairie anjlok 14,9% secara organik akibat terganggunya kanal department store di AS serta ritel perjalanan di China. Meski demikian, perusahaan yang berbasis di Hamburg ini menyebut gangguan tersebut bersifat sementara.
Secara keseluruhan, pendapatan grup pada kuartal pertama turun 4,6% secara organik menjadi € 2,48 miliar (sekitar US$ 2,92 miliar), dibandingkan € 2,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Meski awal tahun kurang menggembirakan, Beiersdorf tetap mempertahankan proyeksi kinerja untuk 2026. Perusahaan juga melihat adanya sinyal positif dari peningkatan penjualan di tingkat ritel ke konsumen akhir, yang diharapkan mampu mendorong pemulihan pada kuartal-kuartal berikutnya.













