kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.753   -65,00   -0,36%
  • IDX 6.203   195,45   3,25%
  • KOMPAS100 826   32,07   4,04%
  • LQ45 621   23,40   3,92%
  • ISSI 212   6,18   3,00%
  • IDX30 352   12,63   3,73%
  • IDXHIDIV20 432   14,86   3,56%
  • IDX80 93   3,56   3,97%
  • IDXV30 116   3,01   2,67%
  • IDXQ30 113   3,76   3,44%

Pentagon peringatkan Rusia agar tak sewa pembunuh bayaran untuk membunuh pasukan AS


Jumat, 14 Agustus 2020 / 07:02 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix/via REUTERS


Sumber: New York Times,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pada bulan lalu, Reuters memberitakan, Trump mengatakan bahwa ia tidak mendapat informasi tentang laporan bahwa Rusia telah mendesak Taliban untuk membunuh tentara AS. Pasalnya, banyak pejabat intelijen AS meragukan kebenaran kabar tersebut. Sikap ini sangat bertentangan dengan empat sumber AS dan Eropa.

"Kami tidak pernah mendengarnya karena intelijen tidak pernah mencapai tingkat itu ... Ini tidak muncul pada kesempatan itu. Orang-orang intelijen ... banyak dari mereka tidak percaya itu terjadi sama sekali," kata Trump kepada Fox Business Network.

Melansir Reuters, empat sumber AS dan pemerintah Eropa, yang akrab dengan pelaporan intelijen, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir Amerika Serikat telah memperoleh laporan baru yang mendukung tuduhan bahwa Rusia telah mendorong gerilyawan yang berafiliasi dengan Taliban untuk membunuh tentara AS dan sekutunya di Afghanistan. Sebagai imbalannya, Rusia menawarkan hadiah berupa uang.

Sumber-sumber, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan informasi terbaru menyebabkan para pakar pemerintah AS langsung mengajukan pertanyaan kepada Badan Keamanan Nasional terkait dugaan tersebut.




TERBARU

[X]
×