kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.688   -130,00   -0,73%
  • IDX 6.261   252,95   4,21%
  • KOMPAS100 836   42,10   5,30%
  • LQ45 627   29,21   4,89%
  • ISSI 215   8,46   4,10%
  • IDX30 354   15,14   4,47%
  • IDXHIDIV20 435   17,23   4,13%
  • IDX80 94   4,60   5,13%
  • IDXV30 116   3,48   3,08%
  • IDXQ30 114   4,54   4,17%

AS dan Iran Sepakati Kerangka Awal Perdamaian, Penandatanganan Dijadwalkan Jumat


Senin, 15 Juni 2026 / 09:30 WIB
AS dan Iran Sepakati Kerangka Awal Perdamaian, Penandatanganan Dijadwalkan Jumat
ILUSTRASI. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai sebuah kerangka kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik militer (REUTERS/Kylie Cooper)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI/WASHINGTON. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai sebuah kerangka kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung, membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta menghentikan blokade terhadap Iran. Kesepakatan ini langsung mengguncang pasar energi global dengan penurunan harga minyak dunia.

Namun, masa depan program nuklir Iran masih menjadi isu utama yang akan dibahas dalam negosiasi lanjutan.

Kerangka Kesepakatan Awal: Gencatan Senjata dan Pembukaan Jalur Energi

Menurut laporan, pejabat dari kedua negara menyebut kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat konflik.

Baca Juga: Malaysia Turunkan Harga Referensi CPO Juli, Bea Keluar Tetap 10%

Iran dan Israel sebelumnya terlibat dalam eskalasi konflik yang turut menyeret keterlibatan Amerika Serikat dan memicu ketegangan regional.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, menyebut bahwa kesepakatan tersebut mencakup:

“Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”

Pernyataan Donald Trump: “Kesepakatan Sudah Selesai”

Donald Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai.

Dalam unggahannya, ia menyatakan: “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai.”

Pengumuman tersebut muncul tak lama setelah Pakistan mengonfirmasi tercapainya kesepakatan awal pada tingkat mediator internasional.

Gencatan Senjata Termasuk Lebanon

Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa seluruh operasi militer, termasuk di Lebanon, akan dihentikan secara permanen mulai malam hari setelah pengumuman kesepakatan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa perjanjian yang lebih luas akan dinegosiasikan dalam periode gencatan senjata selama 60 hari, termasuk kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Teheran.

Isu Lebanon menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi, terutama karena pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah masih berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Indeks KOSPI Korsel Melejit 5% Senin (15/6), Saham Samsung dan SK Hynix Jadi Bintang

Selat Hormuz Dibuka Kembali

Salah satu poin paling penting dalam kesepakatan ini adalah pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz.

Trump menyebut bahwa jalur tersebut akan kembali dibuka pada Jumat mendatang, sekaligus mengakhiri blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.

Pernyataan tersebut langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak Brent turun sekitar 4% pada perdagangan awal, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 4,6%. Pasar saham Asia justru mengalami penguatan.

Isu Nuklir Iran Masih Menggantung

Meski kerangka kesepakatan telah diumumkan, isu paling krusial yaitu program nuklir Iran belum diselesaikan. Sumber diplomatik menyebut bahwa negosiasi lanjutan akan membahas masa depan pengayaan uranium Iran, termasuk kemungkinan penghapusan stok uranium yang telah diperkaya tinggi.

Iran sebelumnya diketahui telah memperkaya lebih dari 400 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian mendekati senjata nuklir, yang menjadi perhatian utama negara-negara Barat.

Iran sendiri menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai, namun negara Barat terus menuntut verifikasi ketat dan pembatasan signifikan.

Reaksi Internasional dan Amerika Serikat

Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyambut baik kesepakatan awal ini. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Damai AS-Iran Picu Euforia, Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Di Amerika Serikat, Senator Lindsey Graham memberikan dukungan hati-hati terhadap kesepakatan tersebut, namun menegaskan bahwa Kongres akan tetap mengawasi ketat proses negosiasi lanjutan.

“Setiap kesepakatan nuklir dengan Iran akan ditinjau dan diputuskan oleh Kongres,” ujarnya.

Dinamika Politik di Timur Tengah

Kesepakatan ini juga memunculkan ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan memiliki perbedaan pandangan dengan Trump terkait batasan operasi militer Israel di Lebanon.

Dalam sebuah wawancara, Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai “pemimpin yang sangat sulit” dalam konteks negosiasi perdamaian ini.

Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap pengumuman kesepakatan tersebut.

Dampak Global: Harga Minyak Turun, Pasar Menguat

Pengumuman kesepakatan ini memberikan dampak langsung pada ekonomi global. Penurunan harga minyak terjadi karena ekspektasi stabilitas pasokan energi dari Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut selalu berdampak besar terhadap pasar energi global.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×