kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.725   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.248   239,94   3,99%
  • KOMPAS100 834   39,90   5,03%
  • LQ45 626   28,10   4,70%
  • ISSI 214   8,18   3,97%
  • IDX30 354   14,78   4,36%
  • IDXHIDIV20 434   16,69   4,00%
  • IDX80 94   4,44   4,95%
  • IDXV30 117   3,63   3,21%
  • IDXQ30 113   4,38   4,02%

Damai AS-Iran Picu Euforia, Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa


Senin, 15 Juni 2026 / 09:16 WIB
Damai AS-Iran Picu Euforia, Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang melonjak tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kerangka kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Kesepakatan tersebut juga mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Melonjak Usai AS-Iran Damai, Bagaimana Harga Emas Lokal?

Sentimen positif tersebut mendorong reli pasar saham sekaligus menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang karena meredanya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi.

Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 sempat melesat hingga 5,3% ke level 69.527,88 pada perdagangan pagi, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks Topix menguat 3,8% ke level 4.031,19.

Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute Shingo Ide mengatakan, penguatan pasar terutama didorong oleh respons investor terhadap kabar tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

"Ini murni reaksi pasar terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kenaikan sekitar 4% hingga 5% masih tergolong wajar dalam konteks sentimen yang berkembang saat ini," ujarnya.

Meski demikian, Ide menilai perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada implementasi kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ambles 4% Senin (15/6): Brent ke US$ 83,75 & WTI ke US$ 80,87

"Fokus berikutnya adalah substansi kesepakatan dan apakah seluruh pihak benar-benar menjalankannya sesuai komitmen," tambahnya.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Jepang turun seiring meredanya ekspektasi inflasi. Yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 2,565%.

Sementara itu, yield JGB tenor 20 tahun turun 7,5 basis poin menjadi 3,445%, sedangkan yield tenor dua tahun yang paling sensitif terhadap kebijakan suku bunga Bank of Japan (BOJ) melemah 2 basis poin ke level 1,39%.

Di pasar valuta asing, yen Jepang menguat tipis 0,06% ke level 160,11 per dolar AS.

Baca Juga: Dolar AS Melemah ke Level Terendah 10 Hari, Pasar Sambut Damai AS-Iran

Kesepakatan awal antara AS dan Iran diumumkan pada Minggu (14/6). Kedua negara sepakat menghentikan blokade AS terhadap Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Nota kesepahaman resmi dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6), sementara isu terkait program nuklir Iran akan dibahas lebih lanjut dalam negosiasi berikutnya.

Bagi Jepang, perkembangan ini menjadi kabar positif mengingat sekitar 95% kebutuhan impor minyak negara tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah.

Selama konflik berlangsung, kenaikan harga minyak sempat menekan nilai tukar yen dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena kekhawatiran terhadap meningkatnya biaya impor energi.

Baca Juga: Singapura Bangun Sistem Kliring Emas OTC, Buka Layanan Penyimpanan Emas Bank Sentral

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan yang berakhir pada Selasa (16/6).

Bank sentral Jepang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1%, level tertinggi dalam 31 tahun terakhir, sekaligus memberikan sinyal lanjutan terkait arah pengetatan kebijakan moneter.




TERBARU

[X]
×