kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   21,00   0,12%
  • IDX 7.214   -88,04   -1,21%
  • KOMPAS100 998   -15,36   -1,52%
  • LQ45 736   -9,96   -1,33%
  • ISSI 254   -4,13   -1,60%
  • IDX30 401   -6,15   -1,51%
  • IDXHIDIV20 501   -9,48   -1,86%
  • IDX80 112   -1,55   -1,36%
  • IDXV30 137   -1,36   -0,99%
  • IDXQ30 131   -2,19   -1,65%

Penutupan Selat Hormuz Guncang Asia, Bagaimana dengan Indonesia?


Kamis, 26 Maret 2026 / 10:06 WIB
Penutupan Selat Hormuz Guncang Asia, Bagaimana dengan Indonesia?
ILUSTRASI. Krisis Energi - Harga Minyak (REUTERS/Abdul Saboor)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026 memicu guncangan besar di berbagai negara, termasuk di Asia.

Langkah Iran menutup jalur strategis tersebut terjadi setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Dampaknya langsung terasa pada lonjakan harga minyak dan gejolak pasar saham global.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Tak heran, penutupannya berdampak besar, terutama bagi negara-negara Asia yang menjadi tujuan hampir 90 persen pasokan minyak dan gas yang melewati jalur tersebut.

Lalu, bagaimana dampaknya bagi negara-negara di Asia?

Dampak penutupan Selat Hormuz terhadap negara di Asia

Dilansir dari sejumlah sumber, berikut dampak yang terjadi akibat penutupan Selat Hormuz akibat serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu:

Filipina

Filipina mengumumkan keadaan darurat nasional pada Selasa (24/3/2026) sehubungan dengan konflik dan bahaya yang ditimbulkan terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara.

Salah seorang pengemudi Jeepney di Filipina, Carlos Bragal Jr., mengaku mengalami penurunan upah harian dari 1.000 hingga 1.200 peso (sekitar Rp 337 ribu per kurs hari Rabu) untuk shift 12 jam menjadi hanya 200 hingga 500 peso (sekitar Rp 140 ribu).

Para pengemudi seperti Carlos pun menghadapi masalah seperti pajak cukai dan penundaan kenaikan tarif.

Baca Juga: AS Jamin Taiwan: Tekanan China Tak Goyahkan Kesepakatan Senjata?

Kenaikan harga yang meroket baru-baru ini membuat ia dan beberapa rekannya tidak mendapatkan penghasilan sama sekali.

Tak hanya itu, Nelayan dan petani di Filipina juga berjuang menghadapi tingginya biaya bahan bakar.

Beberapa petani sayur di Bulacan terpaksa berhenti bercocok tanam.

Pemerintah telah mengakui masalah tersebut dan turun tangan untuk menawarkan bantuan tunai.

Namun Carlos mengaku bantuan tersebut tidaklah cukup.

"Subsidi bahan bakar dari pemerintah tidak cukup. Itu hanya untuk perjalanan dua hari. Jadi apa yang terjadi setelah dua hari? Situasi kita sekarang lebih buruk daripada selama pandemi," kata Carlos, dilansir dari BBC, Rabu (25/3/2026).

Thailand

Selama hampir dua puluh tahun berkarier sebagai presenter berita, Sirima Songklin, presenter berita di Thailand, selalu mengenakan setelan jas.

Namun awal bulan ini, ia dan rekan-rekan pembawa berita di stasiun penyiaran publik Thai PBS melepas blazer mereka saat siaran.

Hal ini untuk menyampaikan pesan hemat energi dengan berpakaian yang tepat di tengah cuaca panas dan krisis bahan bakar.

"Melepas pakaian pelindung bukanlah solusi lengkap untuk konservasi energi, tetapi yang kami lakukan adalah menunjukkan bahwa kami tidak mengabaikan apa yang terjadi. Kami memberikan contoh," kata Sirima.

Faktanya, perintah untuk melepas jaket menjadi salah satu dari serangkaian arahan pemerintah sejak Selat Hormuz ditutup.

Baca Juga: Optimisme Redanya Konflik Timur Tengah Dorong Nikkei Naik, SoftBank Melonjak 6%

Masyarakat di Thailand juga diminta menjaga suhu pendingin ruangan pada 26-27 derajat Celcius, dan semua instansi pemerintah telah diinstruksikan untuk bekerja dari rumah.

Namun, pihak berwenang berupaya menegaskan bahwa Thailand akan memiliki pasokan energi yang cukup di masa mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×