Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Kamis (26/3/2026) mengindikasikan bahwa paket penjualan senjata berikutnya dari Amerika Serikat masih berjalan sesuai rencana setelah pemerintah Taiwan menerima surat jaminan dari Washington, meskipun para pemimpin AS dan China bersiap untuk bertemu pada Mei.
Sebuah paket besar penjualan senjata AS untuk Taiwan senilai sekitar US$ 14 miliar, yang mencakup rudal pencegat canggih, telah siap menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump dan dapat ditandatangani setelah kunjungannya ke China. Demikian laporan Reuters bulan ini, mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Namun, Trump menunda perjalanan tersebut, yang semula dijadwalkan pada awal April, akibat perang Iran. Kini, Trump dijadwalkan berkunjung ke Beijing pada 14-15 Mei.
Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya, hampir pasti akan menjadi topik pembahasan, terutama setelah Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Trump dalam percakapan telepon bulan lalu bahwa AS harus menangani penjualan senjata ke pulau yang diperintah secara demokratis itu dengan “hati-hati”.
Ketika ditanya wartawan di parlemen apakah pertemuan Trump-Xi akan memengaruhi penjualan senjata AS, Koo mengatakan pemerintah Taiwan telah menerima surat jaminan yang menunjukkan bahwa AS bersedia mengesahkan kesepakatan berikutnya.
Baca Juga: Optimisme Redanya Konflik Timur Tengah Dorong Nikkei Naik, SoftBank Melonjak 6%
“Kami juga telah menjalin komunikasi yang erat dengan Defense Security Cooperation Agency (DSCA) di Departemen Pertahanan AS mengenai kesediaan mereka untuk menyediakan paket tersebut kepada kami, termasuk arahan terkait item, jumlah, serta transaksi,” tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.
Koo menyebutkan paket tersebut masih menjalani proses peninjauan internal di AS dan Taiwan belum menerima pemberitahuan mengenai adanya penundaan.
Departemen Luar Negeri AS, yang biasanya menangani pertanyaan terkait kebijakan pemerintah terhadap Taiwan, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
China berulang kali menuntut Washington menghentikan penjualan senjata ke Taipei. Penjualan terakhir pada Desember bernilai US$ 11 miliar dan merupakan yang terbesar sepanjang sejarah bagi Taiwan.
Amerika Serikat merupakan pendukung internasional terpenting Taiwan sekaligus pemasok senjata utamanya, meskipun kedua pihak tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. AS juga terikat oleh undang-undang untuk menyediakan Taiwan sarana mempertahankan diri.
Tonton: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru
Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan menghadapi tekanan militer China yang semakin meningkat, termasuk latihan perang.













