Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri
CANBERA. Seorang presenter radio di Australia diskors karena bertanya kepada Perdana Menteri Australia Julia Gillard tentang, apakah pasangannya adalah gay.
Presenter yang bernama Howard Sattler tersebut mengatakan kepada Gillard, bahwa pasangannya selama tujuh tahun, Tim Mathieson, tampaknya adalah seorang homoseksual karena dia adalah seorang penata rambut.
Gillard menjawab pernyataan tersebut sebagai generalisasi yang tidak masuk akal. Insiden pada Kamis (13/06) terjadi seiring persiapan Australia untuk melaksanakan pemilihan umum pada 14 September mendatang.
Dalam pemilihan itu, Gillard diprediksi akan kalah dari pemimpin oposisi Tony Abbott. Sattler kini telah diskors dari posisinya di Perth 6PR oleh Fairfax Radio hingga penyelidikan internal selesai.
Stasiun radio tersebut juga meminta maaf atas pertanyaan yang "tidak sopan" tersebut. "Manajemen Fairfax Radio telah mengkaji wawancara ini dan menganggap pertanyaan yang diajukan oleh Sattler tidak sopan dan tidak relevan dengan perdebatan politik," katanya.
Komisioner Diskriminasi Seks Australia, Elizabeth Broderick, mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation, bahwa banyak perempuan yang memegang jabatan publik menghadapi "sikap merendahkan yang signifikan, termasuk pertanyaan berbau seksis, pertanyaan invasive."
"Ini harus dihentikan, karena kami ingin ada perempuan yang memegang jabatan publik, kami ingin perempuan maju dan menjadi bagian dari pengambilan keputusan negeri ini ... tetapi perempuan dan wanita muda tampaknya mengurungkan niat karena apa yang mereka lihat," jelas Broderick.
Gillard pada Jumat (14/06) kembali menegaskan pesan tersebut. "Saya ingin perempuan muda untuk merasa mereka dapat masuk ke kehidupan publik dan tidak harus menghadapi pertanyaan seperti yang saya hadapi kemarin," katanya.
Sebelumnya, Gillard juga pernah mengalami 'sikap merendahkan' pada acara penggalangan dana partai oposisi. Dalam acara itu, terdapat menu "burung puyuh goreng ala Julia Gillard, dengan dada kecil dan paha besar."