kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Perbaikan kinerja berlanjut, Ekspor Korea Selatan tumbuh 11,4% yoy pada Januari 2021


Senin, 01 Februari 2021 / 13:00 WIB
Perbaikan kinerja berlanjut, Ekspor Korea Selatan tumbuh 11,4% yoy pada Januari 2021
ILUSTRASI. Ilustrasi ekspor impor. ANTARA FOTO/izaac mulyawan/hp/18

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perekonomian Korea Selatan mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini tecermin dari lonjakan permintaan yang berkelanjutan untuk keripik dan produk bio-kesehatan dari pasar global. Hal ini membantu peningkatan ekspor Korea Selatan untuk bulan ketiga di bulan Januari.

Mengutip Reuters, Senin (1/2), Pemerintah Korea Selatan mencatat, ekspor Januari 2021 melonjak 11,4% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 48,01 miliar. Realisasi itu terus melonjak setelah Desember lalu tumbuh 12,6%. 

Pencapaian itu mengalahkan perkiraan pertumbuhan 9,8% oleh 12 ekonom dalam survei Reuters.

Perdagangan Korea Selatan menjadi fokus dalam hal perdagangan global. Lantaran negeri ginseng ini menjadi negara yang pertama merilis data perdagangan bulanannya di antara negara-negara pengekspor utama.

Baca Juga: PMI Korea Selatan mencapai angka tertinggi selama satu dekade karena lonjakan ekspor

Adapun penjualan chip memori melonjak 21,7% yoy, melanjutkan pertumbuhan dua digit yang luar biasa selama lima bulan berturut-turut. Sebab pembuat chip nasional, termasuk Samsung Electronics dan SK Hynix membukukan pendapatan yang kuat.

Ekspor produk bio-kesehatan melonjak 66,5% untuk melanjutkan ekspansi dua digit selama 14 bulan berturut-turut. Dari 15 item ekspor utama negara, pengiriman 12 item, termasuk chip memori, perangkat seluler, produk bio-kesehatan, dan mobil meningkat pada bulan Januari.

Berdasarkan tujuannya, ekspor ke China, mitra dagang terbesar Korea Selatan, naik 1% year on year.

Sedangkan untuk impor meningkat 3,1% menjadi US$ 44,05 miliar, juga mengalahkan perkiraan untuk peningkatan 1,9%. Hal ini menyebabkan surplus perdagangan menyusut menjadi US$ 3,96 miliar dari US$ 6,77 miliar pada bulan Desember. 

Selanjutnya: Perjanjian RCEP merupakan salah satu upaya untuk membuka akses pasar

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×