kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.145   50,48   0,83%
  • KOMPAS100 811   6,31   0,78%
  • LQ45 620   3,10   0,50%
  • ISSI 217   3,05   1,42%
  • IDX30 354   2,16   0,61%
  • IDXHIDIV20 437   -2,18   -0,50%
  • IDX80 94   0,90   0,97%
  • IDXV30 121   0,28   0,24%
  • IDXQ30 115   -0,67   -0,58%

Perbatasan tutup gara-gara corona tak halangi cinta dua octogenarian ini


Jumat, 03 April 2020 / 22:48 WIB
ILUSTRASI. Alun-alun yang kosong di depan Katedral Mainz selama wabah penyakit virus corona baru (Covid-19) di Mainz, Jerman, 18 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - AVENTOFT. Dua octogenarian yang saling jatuh cinta, satu tinggal di Denmark dan lainnya di Jerman, bertekad untuk tetap bertemu setiap hari untuk mengobrol dari kedua sisi perbatasan yang tutup untuk mengekang penyebaran virus corona baru.

Inga Rasmussen, 85 tahun, yang tinggal di Gallehus, Denmark, bertemu Karsten Tuechsen Hansen, 89 tahun, dua tahun lalu. Keduanya yang berstatus janda dan duda, dengan cepat saling jatuh cinta.

Octogenarian adalah sebutan untuk orang berusia di atas 80 tahun.

Baca Juga: Ini dia masker kain anti-corona buatan Rusia yang bisa dipakai berhari-hari

Seperti banyak orang di seluruh dunia, saat pandemi virus corona dan pemberlakukan pembatasan pergerakan, Rasmussen dan Hansen menghadapi hambatan dalam bertemu. Tetapi, itu tidak menghalangi mereka untuk bertemu, meski harus berjauhan.

Rasmussen ke perbatasan membawa kursi dengan mengendarai sepeda. Kemudian, mereka duduk di kedua sisi perbatasan dengan barikade merah-putih untuk mengunyah biskuit dan menyesap schnapps yang diencerkan dengan air panas dari termos.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×