kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beri sinyal perpanjang masa darurat virus corona


Kamis, 30 April 2020 / 21:27 WIB
ILUSTRASI. Passersby are silhouetted in front of a giant screen reporting Japan's Prime Minister Shinzo Abe and Japan's response to the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Tokyo, Japan April 7, 2020. REUTERS/Issei Kato TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Pemerintah Jepang akan sepenuhnya memanfaatkan anggaran tambahan sebesar JPY 117 triliun untuk membantu dunia usaha.

"Kami ingin mendukung rumah tangga, mata pencaharian, bisnis dan pekerjaan, dan mengatasi situasi sulit yang dapat disebut krisis nasional bersama dengan masyarakat. Saya bertekad untuk melakukan segalanya untuk melakukan itu," kata Shinzo Abe.

Pada akun instagramnya Shinzo Abe juga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota partai yang berkuasa maupu oposisi atas kerja sama mereka dalam pembentukan awal. 

"Mulai besok, kami segera akan mulai menyalurkan manfaat keberlanjutan yang akan memberikan uang tunai hingga 2 juta yen kepada UKM dan usaha kecil," lanjut Shinzo Abe. 

Pemerintah Jepang menurut Shinzo Abe akan mengirimkan uang tunai ini, yang tercepat, yang paling awal, mulai 8 Mei, mendatang dan penggunaan tanpa batas. 

Jepang juga menyalurkan menerima pinjaman tanpa bunga dan pembayaran pokok tanpa jaminan hingga 5 tahun dari bank sentral, atau perbankan. 

Selain itu, Shinzo Abe menegaskan pemerintah Jepang juga memberikan fasilitas penundaan pembayaran pajak dan premi asuransi sosial. 

SELANJUTNYA>>>




TERBARU

[X]
×