kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,44   -4,02   -0.51%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Perdana Menteri Jepang Suga kirimkan persembahan ke kuil Yasukuni untuk korban perang


Sabtu, 17 Oktober 2020 / 06:08 WIB
Perdana Menteri Jepang Suga kirimkan persembahan ke kuil Yasukuni untuk korban perang
ILUSTRASI. Japanese Chief Cabinet Secretary Yoshihide Suga gestures as he is elected as new head of the ruling party at the Liberal Democratic Party's (LDP) leadership election in Tokyo, Japan September 14, 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah mengirimkan persembahan ke Kuil Yasukuni yang kontroversial untuk korban perang bertepatan dengan festival musim gugurnya.

Hal itu sebagaimana dilaporkan kantor berita NHK pada hari Sabtu (17/10).

Ini akan menjadi persembahan pertama Suga ke kuil tersebut sejak menjabat bulan lalu.

Pendahulunya, Shinzo Abe, juga secara teratur mengirimkan persembahan melalui seorang ajudan pada peringatan penyerahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua dan selama festival musim semi serta musim gugur kuil, menahan diri untuk tidak berkunjung secara langsung untuk menghindari kemarahan China dan Korea Selatan.

Baca Juga: PM Jepang tak kunjungi Kuil Yasukuni tahun ini

Mengutip Reuters, Kuil, di Tokyo, dipandang oleh Beijing dan Seoul sebagai simbol agresi militer Jepang di masa lalu karena menghormati 14 pemimpin masa perang Jepang yang dihukum sebagai penjahat perang oleh pengadilan Sekutu serta korban perang.

Ziarah Abe ke kuil tersebut pada tahun 2013 memicu kemarahan di Korea Selatan dan China dan ekspresi "kekecewaan" dari Amerika Serikat.

Suga mengunjungi kuil itu pada Agustus 2011, menurut sebuah pos di blog resminya, jauh sebelum menjadi sekretaris kabinet pemerintahan Abe pada Desember 2012.

Baca Juga: Di tengah ambisi China, Jepang mempererat hubungan dengan Indonesia dan Vietnam

Hubungan antara Tokyo dan Seoul tetap tegang karena kenangan pahit penjajahan Jepang tahun 1910-1945 di semenanjung Korea, termasuk perselisihan tentang kompensasi bagi warga Korea yang dipaksa bekerja di situs Jepang selama masa perang.

Tokyo mengatakan masalah itu diselesaikan dengan perjanjian 1965 yang menormalisasi hubungan bilateral.

Abe mengunjungi Yasukuni pada 19 September, beberapa hari setelah mengundurkan diri sebagai pemimpin Jepang.

 

Selanjutnya: Aliansi Jepang-AS rapatkan barisan, demi wujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka

 

 




TERBARU

[X]
×