kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Peretasan Bursa Kripto Upbit: Korsel Duga Grup Lazarus Korut Jadi Dalangnya


Jumat, 28 November 2025 / 10:10 WIB
Peretasan Bursa Kripto Upbit: Korsel Duga Grup Lazarus Korut Jadi Dalangnya
ILUSTRASI. Korea Selatan selidiki peretasan bursa kripto Upbit yang rugikan 44,5 miliar won, menduga ada keterlibatan Grup Lazarus dari Korea Utara.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan mencurigai tim Korea Utara mungkin berada di balik peretasan bursa kripto, Upbit, yang baru-baru ini terjadi dan menyebabkan penarikan tidak sah sebesar 44,5 miliar won (atau setara US$ 30,4 juta) dalam mata uang kripto.

Jumat (28/11/2025), Kantor Berita Yonhap, Otoritas Korea Selatan sedang memeriksa sistem Upbit dan mencurigai sekelompok peretas yang berafiliasi dengan badan intelijen Korea Utara, yang dikenal sebagai Grup Lazarus, terlibat dalam apa yang disebut bursa tersebut sebagai "penarikan abnormal".

Lazarus Group telah dituding sebagai dalang sejumlah pencurian kripto dalam beberapa tahun terakhir, dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyebut operasi siber Korea Utara sebagai "salah satu ancaman persisten paling canggih."

Baca Juga: Won Korea Melemah Jumat (28/11) Pagi, Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Tipis

Peretasan di Upbit pada hari Kamis (27/11/2025) menunjukkan indikasi pencurian mata uang kripto senilai 58 miliar won pada tahun 2019 yang terkait dengan Lazarus, Yonhap mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters.

Seorang pejabat di tim Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan yang menyelidiki kejahatan siber mengatakan penyelidikan telah diluncurkan terkait kasus ini, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut. Badan Intelijen Nasional tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Seorang pejabat di Dunamu, operator Upbit, mengatakan: "Saat ini kami sedang menyelidiki penyebab dan skala aliran keluar aset."

Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum raksasa internet Korea Selatan, Naver, mengumumkan akuisisi Dunamu.

Asal tahu saja, Upbit adalah bursa mata uang kripto terbesar di Korea Selatan.

Selanjutnya: Won Korea Melemah Jumat (28/11) Pagi, Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Tipis

Menarik Dibaca: Jangan Panik! Simak 6 Tips dari KAI saat Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×