Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Alasan Resmi Rusia Diragukan
Mangott meragukan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia yang menyebut peluncuran Oreshnik sebagai balasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Putin di wilayah Novgorod pada akhir bulan lalu. Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menuding Moskow berbohong untuk menggagalkan upaya perdamaian.
Sejumlah blogger perang Rusia ternama juga mengkritik narasi resmi itu. Salah satunya, Yuri Baranchik, menyebut serangan balasan tersebut akan “terlihat lebih meyakinkan” jika rudal diarahkan ke bunker Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Kyiv.
Pakar militer Australia, Mick Ryan, mengaitkan penggunaan Oreshnik dengan kemunduran Rusia belakangan ini, terutama terkait Venezuela.
Menurutnya, tujuan utama langkah itu adalah menunjukkan bahwa “Rusia tetap merupakan kekuatan dunia yang memiliki senjata nuklir”. Dalam konteks ini, Oreshnik lebih berfungsi sebagai senjata psikologis—bagian dari “perang kognitif” Putin terhadap Ukraina dan Barat—ketimbang senjata penghancur fisik massal.
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menyinggung penangkapan Maduro, penyitaan kapal tanker oleh AS, serta kemungkinan sanksi tambahan dari Washington dalam unggahan media sosialnya. Ia menyebut awal tahun ini sebagai periode yang “bergejolak”.
Sementara itu, blogger perang Rusia terkenal Fighterbomber, mantan personel militer, menilai penggunaan Oreshnik adalah pamer kekuatan untuk menyampaikan pesan, dan Moskow tidak akan sering menggunakannya.
Tonton: Pidato Tahun Baru : Presiden Putin Tekankan Persatuan dan Harapan
Ia mencatat bahwa beberapa sistem Oreshnik telah dipindahkan ke Belarus dan Rusia masih menyimpan cadangan. Namun, menurutnya, jumlah rudal hipersonik baru tersebut tidak tak terbatas.
“Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, kita bisa berasumsi bahwa demonstrasi semacam ini mungkin hanya bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam setahun,” tulisnya.
Ia berharap tidak perlu ada peluncuran lanjutan dalam waktu dekat, seraya menutup dengan kalimat: “Pesannya sudah dikirim, dan pesan itu sudah didengar.”













